Testimoni Novelku

Pagi ini, Kamis 18 Desember 2014. Entah kenapa aku ingin buka e-mail. Dan akhirnya, keinginan itu membuat aku bertindak untuk membuka e-mailku. Taraaa... ternyata ada satu pesan di sana. Aku penasaran dengan pesan itu. Aku membukanya. Dan, alngkah bersyukurnya aku, ternyata isi pesan itu adalah testimoni dari novel perdanaku. Aku tidak percaya. Testimoni itu berisi:

Dua Keping Cinta isinya sangat bagus, bahasanya mudah dipahami dan juga alur cerita sangat relevan dengan kehidupan percintaan muda-mudi zaman sekarang.
@Abdul Kodir - Guru Bahasa Inggris di SMP NU Karanganyar, Indramayu.
(tidak semuanya aku cantumkan).

Aku bahagia dengan testimoni itu. Setidaknya ada yang suka dengan novel perdanaku.

Dan... sorenya, teman FB-ku me-review novelku. Isinya sepert ini:

Sebelumnya terimakasih untuk Mas Don yang sudah memberikan novel ini, dan saya ucapkan selamat atas novel perdananya yang sudah terbit selama ini si penulis selalu cerita jika naskah novelnya sering ditolak, sempat down. Tapi Alhamdulilah, akhirnya Mas Don berhasil menerbitkan novel juga. Sekali lagi selamatt! 

Oke, saatnya me-review novel yang diberi judul "Dua Keping Cinta" ini, novel ini bercerita tentang Lestari, gadis SMA--seorang anak tukang penjual kue. Lestari tergolong murid yang pintar. Ia juga mempunyai sahabat baik bernama Dila. Lestari sering berpenampilan apa adanya, tidak seperti Dila yang selalu ingin terlihat cantik. Dila pernah bilang, jika ia tidak akan pacaran sebelum Lestari punya pacar. 
Suatu ketika saat Lestari sedang mengerjakan tugas Bahasa Indonesianya di perpustakaan, ia lupa membawa alat tulis, hingga terpaksa dia sok kenal pada cowok yang berada di dekatnya dan meminjam pulpen pada cowok itu. Lestari diam-diam memerhatikan cowok itu dan ingin mencari tahu siapa namanya. Saat bertanya pada Dila, ternyata cowok itu bernama Raihan tetangga tantenya. Dan sepertinya nasib berpihak pada Lestari, saat itu ia disuruh mengantarkan pesanan kue oleh ibunya ke sebuah alamat yang masih belum diketahuinya, tiba di sebuah rumah yang terbilang mewah, ternyata si pemilik rumah yang memesan kue itu adalah Raihan. Tentu saja Lestari sangat senang, ia pun mulai terkena sindrome senyum-senyum sendiri, begitu pun yang dirasakan oleh Raihan. Namun keduanya sama-sama malu-malu kucing  hingga akhirnya Dila dan Dito--teman Raihan beraksi menjadi mak comblang. Namun sayang, ternyata takdir tidak memihak pada kisah lope-lope Lestari dan Raihan. Apa yang terjadi? Silahkan cari tahu sendiri dan baca novelnya saja 

Gaya bahasanya sangat mudah dipahami, cocok untuk remaja yang tidak terlalu berat. Namun tetap setiap novel yang saya baca pasti tak pernah lepas dari typo. Juga ada beberapa kalimat yang kurang tepat dan nggak enak dibaca.

Semangat terus ya Mas Don. Semoga bisa menghasilkan karya yang lebih baik baik dan lagi lagi lagi. *eh 

Sekian review dari kembaran Revalina S. Temat ini. Huhuyy maunya  

Alhamdulillah... dengan kedua kejadian hari ini menunjukkan bahwa aku ternyata bisa.

Dari sinilah aku belajar, "Hal yang semula kau tidak percaya kau lakukan, namun ketika kau tekun dan mencoba serta terus mencoba, maka ketidak percayaan itu akan sendirinya membuktikan, ternyata kau bisa." 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru