"Mengomok" Bukan Pilihan

KM Sambang Kampung- mencari sesuap nasi, begitulah kalimat yang sering disebut ketika seseorang berusaha atau bekerja untuk kehidupannya. Bagi kebanyakan masyarakat yang menjalankan aktivitas untuk bekerja dengan cara berwirausaha kehidupannya akan lebih baik dari seseorang yang hanya mengais rizki dengan cara mengharapkan belas kasihan orang lain.

Nampak terlihat kerumunan beberapa wanita setengahbaya di dekat alat perontok padi milik Inaq Lika yang sedang panen padi. Mereka menunggu hingga panen padi selesai, dengan sabar mereka duduk dipematang sawah sambil mengobrol dengan rekan lainnya yang akan “mengomok”atau mengambil batang padi yang sudah dibuang untuk dibersihkan lagi dengan harapan ada sisa buah padi. Setelah proses perontokan padi yang dilakukan oleh pemilik sawah selesai barulah mereka memulai kegiatannya dengan mengambil batang padi yang sudah dibuang, dengan menggunakan alat seadanya yaitu sebuah besi 10 inci dengan panjang 30 cm mereka memukul-mukul batang padi tersebut sehingga buah padi yang masih tersisa dibatang jatuh.

Hasil “mengomok” cukup lumayan, disatu tempat saja bisa mendapatkan gabah sekitar 10 Kg atau sekitar satu bakul. Menurut Inaq Sahdan salah seorang yang “mengomok” mengatakan bahwa kami tidak mempunyai penghasilan yang tetap, pekerjaan saya hanya buruh tani jika tidak ada pekerjaan biasanya saya mencari daun kelapa untuk dibuat menjadi sapu lidi dan pada saat orang panen padi seperti ini saya manfaatkan untuk mengomok demi kebutuhan hidup sehari-hari karena harga beras saat ini sangat mahal sisa yang saya makan dijual untuk biaya anak-anak sekolah.

Inilah salah satu keadaan nyata yang masih kita lihat di desa Anggaraksa dusun Mudung Barat, mereka sebenarnya masih merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, Mengomok bukan pilihan terbaik buat mereka. Mereka tidak mengharap hal yang luar biasa dari pemerintah, namun mereka hanya mengharap sentuhan untuk diberdayakan. Mereka tidak tahu pengaruh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang mereka tahu hanyalah merasakan dampak langsung dari kenaikan BBM itu.(Uyik) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru