Gawe Rapah Lobar

Bagi masyarakat suku Sasak Lombok, hubungan rakyat dengan pemimpinnya harus dilandaskan pada prinsip sebumbung (menjaga), sewirang (membela) dan sejukung ( bersama-sama). Bila rakyat merasa pemerintah telah melaksanakan kebijakan yang keliru, ada sebuah forum tempat mereka leluasa menyampaikan aspirasi dan kritik. Pemimpin wajib mendengar mereka jika tidak ingin mendapat sanksi adat. Menggugat kebijakan pemerintah diluar forum itu sangatlah dihindari.

 “Dari sisi hubungan antara pemimpin dan rakyat, Gawe rapah adalah tempat rakyat mengungkapkan keluh kesah mereka secara blak-blakan dengan bahasa dan sikap yang santun. Di luar Gawe rapah rakyat pantang menyebut-nyebut aib dan kelemahan pemimpinnya,” ungkap Raden, salah seorang tokoh adat Sasak, saat ditemui usai penutupan Gawe Rapah Warga Lombok Barat di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Tengan, Lombok Barat, NTB, 1 Desember 2014.

“Dengan semangat Gawe Rapah Warga, mari tertib dokumen perkawinan untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak” adalah tema acara Gawe rapah Warga yang diadakan di halaman Kantor Desa Cendi Manik. Hadir pula pemimpin banjar (pemimpin setingkat RT), Keliang (Kepala dusun) serta pihak-pihak terkait seperti Ibu Ketua PKK Lombok Barat Hj. Nani Zaini Arony, Ketua Pengadilan Agama Girimenang H. Muhammad Taufik, HM, Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Barat Drs. H. Muslim, M.Ag, Camat se Kabupaten Lombok Barat serta Toga Toma sekitar. Pertemuan tersebut dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pertama pelaksanaan Isbat Nikah dan tahap kedua adalah simulasi penyelesaian pencatatan nikah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat Drs. H. Muslim, M.Ag dalam sambutannya mengucapkan terima kasih  kepada JMS yang telah kerja keras untuk mewujudkan kepemilikan buku nikah bagi masyarakat Lombok Barat yang belum punya buku nikah, “Pemilikan buku nikah itu sangat penting bagi pasangan keluarga, terutama dalam membuat Akte Kelahiran putra putrinya, membuat KK dan surat-surat identitas lainnya, ungkapnya. “Pernikahan yang syah menurut Undang Undang adalah pernikahan yang disaksikan langsung oleh Pejabat dari KUA dan pernikahannya tercatat” lanjutnya dalam pengarahan Beliau pada Acara Gawe Rapah Warga Lombok Barat yang diadakan di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong.

Pelaksanaan Isbat Nikah pada acara Gawe Rapah Warga ini atas kerjasama Pemerintah Daerah Lombok Barat dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Kabupaten Lombok Barat yang dipasilitasi oleh Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) untuk mengadakan Isbat Nikah bagi pasangan keluarga yang sudah lama menikah namun belum mempunyai buku nikah, dimana anggarannya merupakan sumbangan Pemerintah Lombok Barat sebesar Rp. 1 Miliyar dalam 2 periode di tahun 2013 dan 2014 dimana JMS sudah mengisbat sebanyak 2759 pasangan.

“Yang main disini adalah komitmen bersama. Masyarakat komit mendukung pemimpinnya, pemimpin juga komit melaksanakan aspirasi rakyatnya. Setelah pertemuan selesai semua kembali ke tugas masing-masing. Rakyat tidak boleh berkoar-koar diluar. Pemimpin juga bersiap melaksanakan tugas sesuai kesepakatan. Semuanya soal komitmen, ” ungkap Raden selaku Ketua Adat Sasak Kabupaten Lombok Barat.

Bagi masyarakat sasak, hubungan antara rakyat dan pemimpin tidak diukur secara teknis sederhana soal siapa yang memerintah dan siapa yang diperintah. Hubungan keduanya adalah hubungan emosional yang bertanggung jawab dengan rakyat sendiri sebagai aktor tunggalnya. Rakyat diharuskan merang (berani) menyampaikan kritiknya, disisi lain rakyat juga harus tindih kepada pemimpinnya. Baik rakyat dan pemimpin adalah entitas utama terjaminnya kesejahteraan hidup.

H. Muhammad Taufik, HM Ketua PA Girimenang Lombok Barat juga mengatakan yang sama dalam kata sambutannya, namun PA juga merasa kesulitan dalam mengisbat pasangan keluarga karena mereka kebanyakan tidak tahu nama dan kapan melaksanakan pernikahannya.

Ibu Hj. Nani Zaini Arony dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Gawe Rapah Warga Lombok Barat Tahun 2014 ini menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan se Kabupaten Lombok Barat yang telah ikut mensukseskan acara Gawe Rapah ini dan sangat diharapkan kehadiran Kepala KUA bisa menyelesaikan permasalahan yang ada pada masyarakat Lombok Barat terutama bagi masyarakat yang sudah menikah namun belum mempunyai buku nikah. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru