Padi Mengawali Musim Tanam

Musim hujan telah tiba aktivitas petani yang sempat vakum karena musim kemarau akhirnya berakhir, dipermulaan musim hujan akhir tahun 2014 ini para petani di Lombok  khususnya di lingsar sudah mulai terlihat sibuk, terdengar suara bising knalpot mesin bajak yang terlihat mondar madir disawah-sawah milik warga di Desa Sigerongan dan Desa-Desa lain di kecamatan Lingsar.

Melihat aktivitas yang dilakukan petani di beberapa tempat dapat dipastikan bahwa petani akan menanam padi pada permulaan musim hujan kali ini, Sapoan salah seorang petani yang saya jumpai mengatakan, kebiasaan pada awal musim hujan petani di tempat kami rata-rata menanam padi kerena menanam padi di awal akan memeberikan penyegaran pada tanah.
“rata-rata petani diawal musim hujan menanam padi” ujar Sapowan petani muda yang hobi mincing.

Setahun terakhir iklim di Indonesia terjadi pergeseran jangka waktu pola cuaca, seperti musim kemarau tahun ini yang begitu panjang sehingga menyebabkan petani vakum untuk sementara menunggu hujan turun. Sama-sama kita ketahui isu pemanasan global itu memang ada dan menjadi salah satu penyebab musim sewaktu-waktu dapat berubah darstis yang otomatis menggeser juga pola kebiasaan waktu tanam petani.

Sedangkan untuk kecamatan Lingsar bisa dipastikan petani sudah terjun kesawah-sawah mereka dan pertama sekali yang dilakukan membakjak sawah, dengan menyewa bajak sawah dari para penyedia jasa sewa traktor yang ditiap-tiap desa pasti ada, penyedia jasa Bajak sawah banyak menggunakan bajak mesin atau yang biasa di sebut Traktor.  

Untuk menghadapi musim tanam kali ini petani yang memiliki modal atau sudah mempersiapkan sebelumnya sudah bisa langsung bercocok tanam sedangkan untuk petani yang tidak memiliki simpanan maka didapat dengan cara meminjam baik dari ketua kelompok khusus untuk anggota kelompok tani (gapoktan) kalau belum atau tidak tergabung maka denga cara meminjam dari koprasi atau sanak famili.

Padi merupakan tanaman jenis palawija yang begitu mendominasi ruang waktu tanam petani baik di Lombok khusunya dan Indonesia pada umumnya karena hampir sebagian besar masyarakat Indonesia bergantung pada nasi namun Indonesia malah terkenal sebagai inportir beras di kawasan asia padahal seharusnya Indonesia bisa menjadi exportir beras yang sudah di lakukannya pada era Orde baru. [] - 05
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru