Terancamnya Buruh Ngerampek

Rengganis, 20/8_Amaq Slaiman buruh ngerampek yang jauh-jauh datang dari Praya Timur ke Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat sekedar untuk mencari rezeki lebih bersama keluarga, menantu dan anak-anaknya sebagai buruh ngerampek dengan harapan akan mendapatkan upah dan sisa-sisa butiran padi yang masih melekat di batang padi tersebut, buruh ngerampek adalah aktifitas dadakan disaat panen padi tiba.

Aktifitas Amaq Sulaiman sebenarnya adalah seorang pemancing ikan di Bendungan Batujai dengan hasil yang boleh dikatakan tidak cukup untuk menghidupi keluarganya, itulah sebabnya jika musim panen tiba Amaq Sulaiman mengajak semua keluarganya untuk mencari padi yang akan dipanen, dari sembilan lokasi yang mereka tawari untuk memanen padi Petani tersebut dengan cara ngerampek, hanya satu Petani yang siap padinya dipanen dengan cara ngerampek tersebut.

"Kadang setiap panen tiba saya tidak dapat ngerampek, karena sekarang banyak petani memanen padinya dengan mesin" ungkap Amaq Sulaiman dengan tidak menyebut mesin apa yang digunakan oleh petani tersebut, "Syukur kalau ada petani yang menggunakan tenaga saya sebagai buruh ngerampek untuk memanen padinya" lanjut Amaq Sulaiman dalam wawancara dengan penulis.

Disamping pendapatannya sangat minim dari ngerampek, namun yang dicari oleh Amaq Sulaiman adalah butir-butir padi yang masih melekat pada batang padi yang akan dikumpulkan oleh keluarganya tadi yang akan disimpan sebagai pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari bersama keluarga mereka. (LA) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru