Geliat Petani Membajak Sawahnya

Rengganis, 18/8/2014_Walaupun tersedianya peralatan pertanian yang cukup canggih seperti mesin pembajak, mesin ngerampek, malah ada mesin penanam padi, namun masih saja ada beberapa petani yang membajak sawahnya dengan tenaga kerbau atau sapi, memang banyak orang yang masih panatik akan hal-hal yang ditinggalkan oleh orang tuanya pada zaman dahulu sebelum adanya mesin-mesin yang canggih ini.

Contohnya yang ada di seputaran pinggiran kota, masih banyak masyarakat yang menggunakan tenaga sapi atau kerbaunya untuk membajak sawahnya, menurut mereka ini cara petani untuk membajak sawahnya yang ditinggalkan oleh orang tuanya terdahulu, disamping itu untuk mengurangi biaya karena walaupun mesin yang ada jika kita pakai membutuhkan biaya sewa yang cukup tinggi, ungkap seorang petani di desa kuranji kecamatan Labuapi.

Menurut mereka jika sawah dibajak dengan cara alami hasilnya lebih baik ketimbang dibajak dengan mesin, apalagi mesinnya kurang baik dan meninggalkan ceceran bahan bakar yang diteteskan oleh mesin tersebut, tanaman mereka menjadi kurang baik malah akan mati, katanya dalam mempertahankan pendapatnya yang diwariskan oleh orang tuanya dulu, dan diakui memang sulit sekali mencari tenaga pembajak sapi atau kerbau tersebut, itupun terpaksa dilakukan karena kurang biaya. (LA) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru