Sholat Tarawih Semakin Maju, Tapi Tidak Meningkat

Sholat Tarawih yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat muslim di seluruh dunia tepatnya pada bulan Ramadhan dengan imbalan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Hal tersebut membuat umat muslim berbondong-bondong untuk menjalankan ibadah Sholat Tarawih tersebut di berbagai tempat yaitu Musolla-musolla, Masjid-masjid karena jika melaksanakan sholat di berjamaah akan memperoleh pahala oleh 27 derajat dibandingkan dengan sholat sendiri hanya memperoleh 1 derajat. Oleh karena itu bagi umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sholat di masjid atau di musolla.

Sholat Tarawih semakin hari semakin maju tapi tidak meningkat, artinya jumlah sab sholat Tarawih di semua masjid atau musolla-musolla semakin berkurang sehingga jumlah umat muslim yang menjalankan sholat Tarawih semakin berkurang. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya kegiatan para umat muslim untuk mengurus urusan dunia. Padahal sholat Tarawih hanya membutuhkan waktu kurang lebih hanya 30-60 menit saja, namun hal tersebut sebagian umat muslim tidak dapat menjalankannya dengan maksimal padahal telah dijanjikan oleh Allah SWT akan memperoleh pahala yang berlipat-lipat ganda dibandingkan dengan ibadah selain pada bulan Ramadhan.

Umat muslim semakin hari semakin terliahat berkurang untuk melaksanakan ibadah Sholat Tarawih di masjid atau musollah, terutama para pemuda pemudi yang menggunakan waktu tersebut untuk berbincang-bincang seputar aktivitas sehari-harinya yaitu membicarakan berbagai hal yang tidak berguna atau tidak perlu dilakukan ketika sholat Tarawih sedang berjalan. Terkadang para ibu yang memiliki jiwa yang sedikit tampramen langsung saja mengomeli para remaja atau anak yang mengganggu/bermain-main saat sholat Tarawih sedang berjalan.

Aktivitas  para remaja pun serentak terkadang terhenti beberapa saat saja dan setelah itu ternyata godaan dari setan pun tidak henti-hentinya untuk mengganggu umat muslim agar dapat menjadi pengikutnya yaitu dengan cara menggoda atau membujuk para anak-anak/remaja untuk kembali bermain/berbincang-bincang demi merusak konsentrasi umat muslim yang sedang mengikuti ibadah Sholat Tarawih berjamaah tersebut.

Sehingga sab Sholat Tarawih menjadi maju, akan tetapi tidak meningkat dikarenakan para pemuda dan anak-anak sibuk dengan urusan masa remaja yaitu bermain-main ada yang pacaran, ada yang main petasan ada yang terek-terekan motor/balapan lari dan lain sebagainya. Oleh sebab itu perlu pengawasan dan bimbingan para orang tua agar anak-anak mereka dapat menjalankan ibadah sholat Tarawih tersebut dengan maksimal sehingga tidak mengurangi peningkatan kualitas ibadah sholat Tarawih yang diikuti oleh umat muslim yang lain di masjid atau di musolla-musolla. Diharapkan pula peran petugas berwajib untuk memberikan pengawasan terhadap aktivitas para remaja atau anak-anak yang berada di sekitar lingkungan masajid atau musollah-musolla untuk tidak mengadakan hal-hal yang mengganggu kegiatan sholat Tarawih tersebut.(Alpan) 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru