Mengenal Ulama Muhalip, Asingkan Diri Ke Gn. Rinjani

Kayangan - Di ceritakan bahwa ketika berkuasanya kerajaan Majapahit sampai menguasai seluruh Nusantara lewat sumpah serapah dari patihnya Gajah Mada, maka pengaruhnya sampai juga ke Lombok termasuk di gumi paer Sesait, yang kala itu penduduknya menganut agama Islam yang ta’at beribadah. Sehingga, ketika pengaruh Hindu ini masuk ke daerah ini, maka dari kalangan santri yang ta’at beribadah ini, meninggalkan daerah kelahirannya untuk mengasingkan diri dari pengaruh Hindu ke salah satu kawasan Gawah Alas Bana sebelah utara lereng Gunung Rinjani yang belum pernah terjamah tangan manusia.

Di Gawah Alas Bana (diyakini menjadi sebuah kampung Pansor yang sekarang) inilah Santri yang bernama Muhalip bersama keluarganya tinggal dan menetap hingga akhir hayatnya. Siapakah Muhalip atau yang lebih di kenal dengan sebutan Papuk Dulinep ini? Berikut penulis menuturkannya kembali bersama Amaq Tiasih penunggu atau juru kunci makamnya yang ada di Pansor Lauk Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU.

Muhalip lahir di Ampenan tahun 1692. Beliau adalah putra dari seorang Kepala Kampung di Ampenan.Tidak tahan dengan kekejaman Kerajaan Karang Asem Bali yang menguasai dan menyerang Lombok pada tahun 1691-1894 M, maka keluarga Muhalip mengasingkan diri ke hutan Alas Bana utara lereng Gunung Rinjani di Dayan Gunung tepatnya disekitar kampung Pansor yang sekarang.

Menurut H.Zkan yang memugar makam Muhalip (Papuk Dulinep) mengatakan, TGH.Mustafa Kamal Sidik dari Sesela, pada tahun 1992 pernah datang ke Pansor dimana Muhalip (Papuk Dulinep) tinggal. Berdasarkan pengakuan Muhalip (Papuk Dulinep), katanya, ketika pada saat kerajaan Hindu Karang Asem menyerang Lombok melalui Ampenan pada tahun 1691 M, dirinya mengaku sudah usia remaja. Secara kebetulan orang tuanya kala itu menjabat sebagai Kepala Kampung di Ampenan.

Di Ampenan, umat Islam terdesak oleh Kerajaan Hindu Karang Asem Bali. Muhalip (Papuk Dulinep) yang tidk tahan dengan kekejaman ini, lalu menyingkir bersama keluarganya ke Lombok Utara dan menetap di hutan Dayan Gunung sekitar Pansor yang sekarang hingga wafatnya hari Jum’at tanggal 11 Mei 1995 M.

Dalam menjalani kehidupan bersama keluarganya di gawah alas bana ini, Muhalip (Papuk Dulinep) terus menjalankan kewajibannya untuk ta’at kepada Allah Swt, hingga akhir hayatnya. Makamnya sudah di pugar beberapa waktu lalu oleh H.Zkan dari Ampenan. Kemungkinan H.Zkan ini merupakan ketrurunan dari Muhalip (Papuk Dulinep) yang berasal dari Ampenan.

Dalam menjalankan rutinitas kehidupannya sehari-hari, Muhalip (Papuk Dulinep) hidup sederhana bersama keluarganya. Muhalip (Papuk Dulinep) memiliki tiga orang putri dari dua orang isteri. Namun yang satu orang meninggal ketika masih kecil dan dimakamkan jauh dari wilayah Pansor di pemakamam umum, yang satunya lagi meninggal sudah usia dewasa dan di makamkan dekat pusara Muhalip (Papuk Dulinep) serta yang satunya hingga kini masih hidup.

Masyarakat setempat tidak mengetahui keberadaan Muhalip (Papuk Dulinep) hingga wafatnya.Baru mereka mengetahui ketika makamnya mau di pugar oleh H.Zkan dari Ampenan tahun 2000.Setelah itu barulah masyarakat sekitar mengetahuinya.Menurut A.Tiasih juru kunci makam tersebut mengatakan, dengan telah di pugarnya makam ulama Muhalip (Papuk Dulinep) ini, maka banyak pula masyarakat dari berbagai wilayah pulau Lombok ini yang datang berziarah.

Dikatakan, wasiat-wasiat alm Muhalip (Papuk Dulinep) yang di tulis di pusaranya diantaranya; 1. ”Kita hidup diantara yang hidup, karena hidup itu satu. Hidup ini tidak laki-laki, tidak perempuan,tidak tua, tidak muda, tidak besar, pun tidak kecil. Hidup tetap hidup, tetapi wadahnya yang berbeda-beda, wadahnya yang laki dan perempuan, yang tua dan yang muda, yang kecil dan yang besar, apa saja yang hidup adalah bersaudara.”

2. Bila mau berumur panjang, jangan terlalu banyak kemauan (tentang urusan duniawi), makanlah yang sederhana, perbanyaklah sayur-sayuran dan jangan mau tahu urusan orang, lebih-lebih yang ada kaitannya dengan diri kita.(nonong) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru