Air Kurang Hasilpun Kurang

Mbawi: Dompu 13 juli 2014, melihat keadaan sekitar area persawahan dengan teriknya mentari diwaktu siang pukul 10:30 wita, tidak ada pemandangan yang menyegarkan mata, yang terlihat hanyalah padi yang kurang segar ditanah yang kering kerontang.

Melihat fakta yang terjadi, mendorong langkah kaki untuk menghampiri sebuah saung yang ada tepat dipojok sawah yang terlihat keadaannya sangat mongering dan tidak berani saya katakan parah,  semakin penasaran rasanya untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Ibrahim nama petani pemilik sawah yang dengan lesunya duduk menatapi beberapa petak sawahnya yang mengalami kekeringan akan kekurangan air. Lelaki tua yang genap berumur 46 tahun yang tinggal di dusun Owo desa Mbawi tersebut menjelaskan betapa sulitnya mendapatkan jatah air untuk mengairi padi miliknya, selain Ibrahim ada beberapa petani lain yang memiliki perasaan yang serupa, ada belasan hektar padi yang akan mengalami kekurangan hasil panen. Saya tekankan Bukan gagal panen.

“Sejak padi berumur satu bulan, jatah air sudah berkurang, menurut panggawa (pawang air)  yang mengetahui seluk beluk air irigasi bahwa air susah untuk bisa sampai kesini, sudah kami lakukan pegairan dengan menarik air bor dengan mesin, hanya sedikit perubahan yang kami dapat selain rugi karena menyewa mesin, Besin, dan harus begadang sehari semalam, selanjutnya selang 2 hari harus disiram lagi kalau tiidak sawah akan kering dan padi akan mudah kering secara tiba-tiba” jelas Ibrahim.

Banyak usaha yang sudah dilakukan oleh beberapa petani yang mengalami hal serupa Ibrahim, namun semuanya hanya sedikit perubahan yang dihasilkan dan ada juga yang mengalami kegagalan, pemupukan, penyemprotan serta penyiangan semuanya sudah dilakukan dengan harapan akan menghasilkan hasil panen  yang lebih baik, namun mungkin sudah rezki maka mereka sudah mengngikhlaskan hasil padi mereka yang akan berkurang untuk musim panen kedua ditahun ini. Azis Red [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru