Harapan Masyarakat Di Hari Jadi Bima ke 374 Tahun

KM LENGGE WAWO,- Di Hari Jadi Bima yang ke 374 ini banyak harapan dan keinginan masyarakat mengiringi perjalanan sejarah Bima ini. Beberapa unsur dan elemen masyarakat menanggapi beragam kalau ditanya keinginan dan harapannya tentang Bima.

Camat Wawo, Syafruddin Daud, S. Sos misalnya mengatakan di hari jadi bima 5 Juli ini memnjadi momentum kita untuk mengintropeksi diri kita apa yang telah kita perbuat untuk Bima selama ini. “Kalau merasaa belum berbuat banyak untuk kemajuan masyarakat dan bima. ari dengan moment ini kita tingkatkan diri kita masing-masing untuk memberikan tenaga dan pikiran kita untuk pembanguna bima kedepan”, sesuai dengan tema dan sambutan Pak Bupati tadi ujar syarifudin.

Kepala Desa Ntori, Abdul Kahir juga mengatakan hal yang sama, saat ini Tanag Bima sudah 1 abad lebih, tentunya bukan umur yang muda lagi kalau dibaratkan orang. 374 tahun merupakan sejarah panjang perjalanan bima sampai dengan hari ini, sejak 5 Juli 1460 sampai dengan 5 Juli 2014 penuh perjuangan dan catatan yang panjang untuk dimaknai. “ Kita sebagai generasi penerus tentunya harus berjuang untuk memajukan daerah kita, memajukan masyarakat kita sesuai dengan bidang kita masing-masing”, kata kahir.

Lain halnya dengan Faisal, salahsatu guru muda yang mengabdi di Sekolah Dasar ini berharap di hari jadi Bima ke 374 ini pemimpin yang ada di bima harus bisa menjadi panutan masyarakat, kita tahu sekarang ini dimana-mana kita lihat di televisi baca di media masa, banyak pemimpin yang menyalagunakan jabatan dan amanat yang diberikan masyarakat untuk berbuat penyalagunaan dana dan sebagainya. Momentu ini harus dijadikan awal untu berubah ke hal yang lebih baik. “Jadilah pemimpin yang menjadi panutan dan tauladan bagi kita-kita masayarakat bawah ini”ujarnya dengan semangat.

Sedangkan Kepala Desa Kombo, Bunyamin, S. Pd mengingatkan kita semua, bahwa hari jadi ini merupakan peringatan bagi kita semua bahwa umur tanah tempat kita berpijak sekarang sudah semakin tua, sudah menginjak 374 tahun Bima ini. Oleh sebab itu saya contohnya mengabdi sebagai kepala Desa di Masyarakat harus benar-benar memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat, terus meningkatkan etos kerja, membantu pembanguna yang direncanakan pemerintah serta meningkatkan kinerja sebagai abdi negara. “Kepala Desa adalah pelayan masayarakat, momentum hari jadi Bima ini kita tingkatkan pengabdian kita terhadap masyarakat, bangsa dan negara”, ujar kades muda in.

Lain dengan salahsatu tokoh masyarakat, Hanafi Kule, lebih menyoroti masalah akhak dan budaya Bima serta perilaku generasi muda  yang mulai mengalami kemerosotah. Dimana-mana daerah kita konflik, ribut, anak-anak muda sudah tidak lebih dekat lagi ke hal-hal yang berbau keagamaan. “Moto orang Bima adalah “Maja Labo Dahu” itu motto nenek moyang kita, Maja berarti Malu, Labo artinya dengan dan Dahu artinya Takut, 3 kalimat ini mengandung filosofi yang dalam bagi kita dulu. Malu kalau tidak berbuat baik, tidak memberikan yang terbaik dimasyarakat, tidak memberikan atau menampilkan ahlak yang baik ke masyarakat dan Takut berbuat yang melanggar norma, takut tidak sholat, takut mengambil barang orang, takut bodoh dan sebagainya, nah....ini harus kita gali dan terapkan di kehidupan berbangsa dan bernegara”, pungkasnya.  (Efan)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru