Road To Doro Ncanga Part 1: Potensi Pekat Masih Perlu Digali

KM Bali 1-Pekat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Dompu yang memiliki potensi yang tidak sedikit. Dengan luas wilayah 875,16 Km2, Pekat menempati 37,65% dari total luas wilayah kabupaten Dompu yang luasnya 2324,55 Km2.

Letak geografisnya yang berlokasi di kaki gunung merapi Tambora, menjadikan Kecamatan pekat sebagai kecamatan yang memiliki lahan pertanian yang subur. Tidak hanya itu, Pekat merupakan salah kecamatan yang memiliki potensi yang sangat banyak dan hampir menyentuh segala bidang. Diantara potensi Dompu yang dimiliki Kecanatan Pekat adalah Potensi Perikanan dan kelautan karena juga berbatasan dengan Laut. Potensi pertanian dan perkebunan seperti Tebu, Sayuran, Kopi, Biji Jambu Mente dan tanaman lain. PotensiPeternakan karena Kecamatan Pekat memiliki lahan padang rumput yang luas dan cocok sebagai lahan pelepasan ternak. Saat ini tidak kurang dari 30.000 ekor ternak yang dilepas di padang kaki gunung 'Doro Ncanga'. Jumlah ini mampu memenuhi kebutuhan daging di Dompu dan sebagian keluar Kabupaten Dompu.

Disamping itu, Pekat juga memiliki potensi pariwisata yakni di Kawasan Pantai "Hodo" meski masih jarang mendapat kunjungan dari wisatawan mancanegara, Namun Hodo merupakan salah satu tempat pariwisata andalan kecamatan yang terdiri dari 12 Desa ini tidak pernah sepi pengunjung yang hanya sekedar mampir menikmati pemandangan Pantai Hodo dan Mata air Hodo yang mengalir dari pegunungan yang berdekatan dengan pantainya.


Selanjutnya, Kecamatan dengan jumlah populasi penduduk sebanyak 31.552 orang yang terdiri dari 8.389 Kepala Keluarga ini juga memiliki potensi di bidang pertambangan yang saat ini belum lama dieksplorasi seperti penambangan Pasir Besi. Bagi masyarakat Dompu sendiri, pasir dari kecamatan Pekat yang biasa disebut Pasir Hodo, memiliki kualitas terbaik dan sangat kokoh sebagai bahan Bangunan sehingga harganya lebih tinggi dari pasir yang diambil dari daerah lain di kabupaten Dompu. Begitu pula Bebatuan sisa letusan Gunung Tanbora, harganya pun lebih tinggi dari batuan bangunan yang diambil dari daerah lain. Batu dari sini memiliki tekstur yang berbeda dan lebih ringan dibanding batu biasa sehingga dinilai cocok untuk Bahan Pondasi Bangunan seperti rumah dan gedung.


Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu memusatkan beberapa program fitalnya di kecamatan tersebut. Diantaranya program pengupayaan Swasembada Sapi, dan beberapa investasi dibidang pertanian seperti penanaman tebu yang didukung oleh investor Luar Daerah.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Dompu masih mengalami kesulitan dalam mengeksploitasi sumberdaya Alam daerah tersebut karena terbatasnya Anggaran, sumberdaya manusia yang masih kurang memadai, dan masih kurangnya jalinan komunikasi yang intens antara pemerintah kabupaten dan Masyarakat setempat sehingga terkadang terjadi ketidak sepahaman antara kedua belah pihak dalam mewujudkan perubahan-perubahan tertentu yang sebenarnya bertujuan untuk kemajuan daerah itu sendiri.[Oz] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru