Kisah Memunik

KM Sambang Kampung – Usia senja tidak membuat semangat Arifin (70 th) untuk selalu ingin tahu perkembangan pembangunan di desa. Dia selalu meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan masyarakat yang berkumpul di depan kantor Desa Teros. Berbagai cerita diperbincangkan dari persiapan Pilpres, kegiatan pembangunan di desa bahkan cerita sejarah dimasa lalu. Bermacam-macam tema yang berkembang saat berkumpul  sehingga masyarakat yang ada disana sangup berjam-jam duduk bareng bertukar informasi dan pengalaman.

Cerita Arifin  yang sangat unik dan menarik diperbincangkan adalah memunik (membuka lahan baru). Memunik ini adalah kegiatan masyarakat membuka lahan baru disuatu tempat untuk dijadikan sawah, biasanya sawahnya masih kecil-kecil. Lahan yang baru dibuka ini dinamakan  Punik. Memunik merupakan bahasa masyarakat Desa Teros dimasa lalu. Namun sekarang ini jarang sekali digunakan dalam percakapan, kemungkinan generasi saat ini tidak mengetahui ungkapan punik dan memunik ini.

Memunik saat ini memang sudah tidak ada karena semua lahan sudah ada yang memiliki, sudah tidak ada lagi lahan yang akan dijadikan punik atau perluasan. Arifin menceritakan bahwa pada zaman dahulu penduduk desa Teros tinggal di Jeranjang  saat ini menjadi kuburan desa Teros yang sekarang sudah merupakan wilayah Kelurahan Tanjung. Karena merasa kurang aman maka masyarakat pindah dan memunik ke wilayah selatan yaitu Pengempok (mata air) yang kini menjadi wilayah Kelurahan Kelayu Selatan. Disana juga masyarakat mendapat berbagai macam gangguan dari penduduk disekitarnya sehingga bergeser lagi dan terbagi menjadi dua yang penduduk yang ke Selatan sekarang menjadi Dasan tinggang dan ke sebelah Utara yang sekarang menjadi Desa Teros.

Seiring perkembangan zaman dan karena  penduduknya semakin banyak maka masyarakat kembali memunik kewilayah timur guna memperluas wilayah, sampai saat ini tempat itu diberi nama Punik yang menjadi bagian wilayah Kokok Daya. Sekarang ini beberapa wilayah kekadusan di Desa Teros sudah pemekaran menjadi Kelurahan Kembang Kuning. Dusun yang mekar tersebut adalah Kembang Kuning, Dasan Sawed an Loang Tuna.

Dengan pemekaran ini maka kisah tentang memunikpun menjadi pudar dan tidak pernah terdengar lagi, memunik yang merupakan memperluas wilayah kini berubah menjadi pemekaran desa yang mengurangi luas desa tersebut dengan alasan pelayanan masyarakat. Memunik kini menjadi sebuah cerita orang tua dulu yang bersusah payah untuk memperluas wilayah.(Uyik) -05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru