Antara Tanggung Jawab Sekolah dan Orang Tua

Bima—Kasus beredarnya video mesum yang belakangan ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat, rupanya sudah diketahui oleh Kepala UPT Dikpora kecamatan Monta Sirajudin H Yacub. Meski menyanyangkan adanya perilaku amoral tersebut, namun pucuk pimpinan tertinggi lingkup pendidikan Monta ini menegaskan, bahwa pendidikan itu bukan saja tanggung jawab pelaku pendidikan.

            Menurutnya, lembaga pendidikan adalah suatu sarana formal yang sifatnya hanya untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan, serta sebagai sarana pembentukan karakter. “Tetapi bukan serta merta sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah, jikalau ada oknum siswa yang berperilaku amoral di luar sekolah,” kata Sirajudin kepada MN, Senin (9/6/2014) lalu.

            Pada hakekatnya, tanggung jawab sekolah terhadap siswa hanya 40 persen—sedangkan 60 persen adalah tanggung jawab orang tua murid. Apalagi kejadian pembuatan video mesum itu di luar sekolah. “Artinya, ketika siswa berada di luar sekolah atau sudah pulang dari sekolah, maka siswa tersebut dibawa pengontrolan orang tuanya,” jelas pak Kumis sapaan akrab Sirajudin ini.

Kumis menghimbau kepada seluruh pelaku pendidikan di kecamatan Monta, agar secepat mungkin melakukan pembinaan terhadap anak didiknya. Sehingga kasus serupa tak lagi terjadi untuk kedua kalinya di Monta. “Lebih khusus lagi pihak di SMAN 1 Monta agar memberikan pembinaan terhadap siswa siswi dengan pola ilmiah dan persuasif,” harapnya.

Tak hanya sekolah, lanjutnya, para orang tua murid agar selalu mengontrol dan mengawasi anaknya masing-masing. “Pastikan kemana anaknya pergi, dan sama siapa dia pergi. Bila perlu, tentukan jam main dengan temannya. Ini demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.(bop) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru