Dari KIM Hingga Kampung Media

Perkembangan Kampung Media dari hari ke hari cukup membangggakan. Ketika tahun 2009 genderangnya ditabuh, sampai saat ini cahayanya sudah menerangi tanah Lombok bahkan seantero NTB. Di Lombok Timur perkembangan kampung Media meskipun tidak terlalu membanggakan, akan tetapi Media Kampung yang ada sudah pernah masuk nominasi Motivator Terbaik pada tahun 2012 yang diwakili oleh Kampung Media KRens Lombok Timur.

Mulanya kampung media ini berasal dari KIM ( Kelompok Informasi Masyarakat) yang diprakarsai oleh Drs. Musa Al-Hady. Dengan senyumnya yang khas waktu itu sang juru penerang ini datang mengunjungi Pondok Pesantren Birrul Walidain NW Rensing bersama beberapa orang staf. Cukup banyak yang hadir pada peresmian pengurus KIM tersebut. Terpilih pada waktu itu Nuruddin, S.Pd. sebagai ketua.

Ibarat sebuah mimpi semalam, setelah hari itu KIM tidak punya kerjaan, yang membentuknya pun seperti lenyap ditelan bumi. Hingga akhirnya waktu yang mempertemukan kita, sekitar pukul 12.00 siang di Pantai Pidana Menanga Baris, Saif Zuhri dan Muh. Amin bertemu secara tiba-tiba dengan Drs. Musa Al-Hady yang sekarang menjabat menjadi anggota KPU Lombok Timur.

Karena sudah cukup lama, Pak Amin sampai tidak tanda bahwa ia pencetus KIM dulu meskipun duduk di lingkungan yang sama. Saya masih cukup muda untuk mengingat sosok seorang Dosen journalist itu. Dengan langkah pasti saya mengucapkan salam dan berjabat tangan.

“Masih ingat nggak dengan saya Pak?”

“Saya Saifuddin Zuhri, pernah Bapak ajar di STKIP dulu, masak Bapak lupa?”

“Tahun berapa ya?”

“tahun 2003 pak!”

Tiba-tiba saja Pak Musa tertawa lepas, memang ia sangat humoris dan akrab dengan siapapun yang dekat dengannya, beda tipislah dengan Abu Macel.

Di tengah canda tawa, saya sedikit menyentil Kampung Media yang sudah melambung tinggi dengan dukungan berbagai pihak baik dari pemerintah dan semua kampung media yang ada.

“Bapak kenapa menghilang?, dibentuk tapi tidak pernah lanjut Pak!

“kita sepertinya kurang didukung sama pemerintah Lombok Timur, beda sekali dengan kabupaten lain” kata saya untuk menghentikan sejenak canda.

“ooo maaf saya sekarang sudah pensiun, dan sekarang menjadi anggota KPU, saya senang menulis, saya mau bersaing dengan kampung media, kita sama-sama menjadi competitor!”

“oke” saya bilang dalam hati sambil sedikit nyeletuk dalam hati “aok aneh baningke, segerah ke kalah aku bajangan. yang maknanya "OK deh... tentu saya berani... masak sih saya kalah, kan saya lebih muda". ( SZ) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru