Anggaran BPBD Kab. Bima Kosong

KM, Sarei Ndai.-: Stok anggaran yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bima, untuk persiapan bantuan bencana alam, saat ini ternyata kosong. Hal itu membuat penanganan korban bencana alam kurang maksimal.

Padahal, banyak masyarakat yang mengalami bencana alam tengah membutuhkan anggaran untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak.

Seperti yang terjadi di kecamatan Woha, kebutuhan anggaran itu dialami korban kebakaran di Desa Naru Kecamatan Woha. Hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan yang bisa diberikan oleh pemerintah melalui BPBD baik itu berupa logistik maupun finansial.

Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Didi Setiawan yang ditemui dikantornya mengatakan, pihaknya menyarankan kepada masyarakat yang mengalami bencana alam, kebakaran maupun kebanjiran agar bersabar, dan insa allah kalau ada anggaran BPBD akan langsung menyalurkan bantuan tersebut,”janjinya.

Katanya, Pihak BPBD sudah mengajukan surat ke pemerintah pusat untuk bantuan logistik. Namun sejauh ini, kata dia, pemerintah pusat belum memberikan kepastian.

“Bidang Kedaruratan dan Logistik sendiri sampai saat ini belum memiliki dana. Bukannya kami tidak mau bantu korban bencana. Kami sudah mengajukan hal ini ke pemerintah pusat untuk menyediakan logistik untuk korban,” ungkapnya.

Diakuinya, Akibat anggaran yang tidak ada, beberapa anggaran yang direncanakan untuk penyaluran bantuan baik bagi korban kebakaran maupun banjir, juga terhambat.  Seperti musibah banjir bandang di wilayah Kecamatan Woha dan Bolo akhir tahun lalu.

Ia menjelaskan, dalam melakukan pengajuan dana ke pemerintah pusat, pihaknya harus melewati beberapa tahap yang panjang. “Proses pengajuan proposal sampai turunnya anggaran dari pusat lumayan lama. Untuk itu kami minta korban untuk bersabar dulu,”pintanya.

Sementara penggunaan anggaran APBD, kata dia, BPBD masih melakukan proses pengadaan. “Karena bukan saja di Naru yang kita bantu, melainkan semua korban bencana baik itu dalam skala perorangan maupun dalam skala besar. Sehingga bantuannya pun sudah habis,”paparnya.

Masih kata Didin, kebutuhan anggaran minimal bagi penanggulangan bencana memang belum maksimal. Meski begitu pihaknya sudah mengupayakan untuk terus mencari bantuan.

“Untuk sementara kami belum bisa memberikan bantuan karena terbentur dengan anggaran. Tetap kita upayakan bantuan dari pusat dan APBD, yang jelan bantuan itu tetap ada ko’, korban bencana alam bersabar aja,”pungkasnya.(Andre) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru