Kedamaian di ujung timur

Disini wujudku bermula tampak seiring girangnya handai tolan menyambut dengan jutaan do'a kebaikan.

Tangisan lantang yang terlafal seolah menyapa sekeliling penghuni pendahuluku, seakan bertutur salam kenal dengan penuh kehangatan. 

Seiring berputarnya waktu yang semakin terasa cepat, aku mulai merasakan nikmatnya kenyamanan akan keindahan dan kasih sayang yang selalu mamanjakan dalam setiap sesi pertumbuhanku, hingga aku benar-benar menyadari bahwa disinilah tumpah darahku. Mungkin sebagian pikiran beropini engkau tidak terlalu berharga karena keterpelosokan dan ketertinggalan yang selalu identik dengan keseharian yang selalu membingkai pesonamu yang terpendam, tapi aku pastinya selalu menghargai setiap relung penghias perkembangan yang seolah enggan bertekuk lutut pada perkembangan massa dan zaman yang terkadang membuat mu tersandung kedalam lumuran negatif budaya asing yang menyesatkan. Walaupun hingga hari ini engkau enggan untuk merayap dan terkadang diam, aku akan selalu tetap memujamu dan pastinya selalu mengabdikan jiwa dan ragaku demi kemajuan dan kemakmuran disetiap penjuru untaianmu, hingga tiadak ada satupun makhluk-Nya sanggup menolak untuk berpetualang dan berlabuh dalam kehangatan yang selalu tercermin utuh pada setiap jengkal buaianmu........ SAMBELIA AKU SAYANG DAN AKAN SELALU SAYANG SELAMANYA PADAMU (03)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru