Kursus Motret Gratis Akademi Berbagi

Bagi saya anggota komunitas kampung media, gambar atau photo adalah bagian penting dari keseharian. Setiap ada berita yang menarik untuk diupload, gambar juga harus dicari sebagai salah satu pelengkap berita. Pembaca tentu akan merasa lebih paham berita atau kabar yang disampaikan jika ditambah dengan photo.  Saat Akademi Berbagi, salah satu jaringan yang mengelola kursus gratis bagi masyarakat mengadakan kegiatan tutorial photograpy, saya langsung merespon dengan mendaftarkan diri sebagai peserta. Menurut panitia Ahmad Jumaely dan Ahyar Rosidy, ada banyak peserta yang mendaftar. Berbekal camera DSLR genersi awal yang kini tergolong jadul, saya datang memenuhi undangan pelatihan tersebut.

Minggu pagi terasa segar, suasana taman Loang Baloq yang terus berbenah terasa nyaman. Sebagian orang tampak berjalan-jalan dengan keluarga. Sebagiannya duduk-duduk memandangi keindahan alam. Deretan kios kecil yang tertata di pinggir kali yang mengalir menuju pantai, dikerubuti para pembeli yang kehausan sehabis olah raga. Di salah satu sudut, ahmad Jumaely sang ketua Akademi berbagi terlihat asyik menikmati segelas jeruk hangat sambil mengutak-atik telpon pintarnya. Saya dan Ahyar Rosidi dari Komunitas Kampung Media langsung disambut dan dipesankan kopi oleh ketua KM At-Tabayyun ini. Kami menunggu kehadiran beberapa teman-teman menyatakan kesiapannya untuk ikt menimba Ilmu.

Tak berapa lama, Bung Dedy dari komunitas makro datang, disusul beberapa pegiat photograpi lainnya. Tak sabar menunggu terlalu lama, akhirnya Jumaily memoderasi acara. Tak banyak pertanyaan yang terlontar, manakala Bung Dedy memberi kesempatan bertanya saat sesi penyampaian materi berakhir. Agaknya para peserta sudah “gatal” untuk langsung ke lokasi Hunting. Dsikusi pun diakhiri. Semua peserta langsung menuju Karang Buyuk, lokasi di mana banyak serangga kecil bermain di rerumputan.  Terik matahari pukul 11,00 wita sangat menyengat. Para peserta langsung memburu, di mana serangga itu nangkring. Serangga-serangga diburu untuk dijadikan “Photo Model”. Mungkin karean cuaca sangat panas, serangga yang diburu seperti raib ditelan bumi. “Biasanya di tempat ini banyak obyek yang bisa dipotret” kata bung Dedy, yang secara panjang lebar memberikan penjelasan mengenai cara memotret.  Syukurlah, setelah dicari-cari ternyata ada beberpa serangga yang muncul, mereka seakan menawarkan diri untuk diphoto Selfie oleh para peserta. Ada kemikmatan tersendiri memotret binatang-binatang kecil itu. Yang paling utama adalah manakala kita bisa menyaksikan secara detail, anatomi serangga itu lewat hasil jepretan.

Saya pribadi merasa sangat berterima kasih kepada kawan –kawan yang bersedia membagi ilmunya. Semoga ilmu motret dari bung Dedy dan bung Tamrin Kochet menjadi ilmu yang bermanfaat dan Barokah. Acara hari Minggu 9 Maret itu, menjadi acara paling berkesan, meskipun kulit saya tambah gosong oleh sengatan sang raja siang yang tak berkawan.(wan) - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru