Ponpes Al Manar

Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Manar merupakan Pondok Pesantren tertua di Kabupaten Sumbawa Barat. Ponpes ini didirikan  oleh K.H. Muhammad Syiraj pada tahun 1969 di Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kab. Sumbawa Barat. Saat awal terbentuk, pendidikan agama islam masih berbentuk Madrasah Diniyah. Namun kini, pendidikan di Ponpes Al-Manar berkembang dari tingkat Taman Kanak-kanak atau Radhatul Anfal (RA) hingga Madrasah Aliyah.

Awalnya, pendanaan pembangunan pendidikan di Ponpes Al-Manar didanai oleh pihak keluarga K.H. Muhammad Syiraj. “Ponpes ini dulunya didanai oleh keluarga. Hasil panen padi dan jati menjadi salah satu sumber pendapatan kami. Namun kini, sudah ada swadaya dari warga dan beberapa bantuan dari pemerintah,” tutur pimpinan Ponpes Al-Manar, M. Suud Arsyad.  Yang menarik, biaya pembangunan di Ponpes Al-Manar saat ini tergolong murah yaitu Rp. 20.000 per bulan. Biaya yang tergolong murah ini sudah termasuk biaya pemondokan, SPP gratis dan tidak ada kewajiban membayar uang pangkal/infak/sumbangan bangunan bagi santri yang masuk ke Ponpes ini. Hanya uang beli seragam yang bisa dicicil bagi wali santri yang tidak mampu. Tidak hanya itu, Ponpes juga bertindak selaku yayasan panti asuhan dimana menyantuni dan mengratiskan segala biaya bagi santri yatim piatu.

Namun kini, ponpes Al-Manar mengalami masalah. Pembangunan ruang belajar RA masih kurang dan minimnya alat permainan luar (outdoor). “Kami kekurangan biaya untuk membangun satu ruang kelas dan alat bermain outdoor. Saat ini, kelas A masih digabung dengan kantor. Rencananya kami ingin membangun sebuah ruangan yang berfungsi sebagai kantor dan perpustakaan anak-anak. Nanti bila dana telah tersedia, ruang kantor yang ada saat ini akan dikhususkan untuk kelas A.” Kata pimpinan RA Al-Manar, Ustadzah Mutmainnah.

 Tidak hanya itu, ruang belajar masih digabung antara santri perempuan dan laki-laki. Minimnya laboratorium menjadi salah satu penghambat proses pembelajaran di Ponpes ini. Ada 13 buah mesin jahit yang rusak, belum mendapat bantuan perbaikan. Rencananya mesin jahit ini akan digunakan untuk pelajaran keterampilan para santri sebagai bekal hidup mereka ketika keluar pondok. Selain itu, mesin jahit juga akan digunakan untuk menerima orderan jahit dalam proses peningkatan pendapatan pondok.(03).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru