Rela Panjat Pohon Melepas Kepergian Sultan

Inilah wujud kecintaan warga Bima kepada pemimpinnya. Mereka rela datang dari berbagai pelosok desa dan dusun untuk melepas kepergian Sultannya untuk selama-lamanya. Karena banyaknya warga yang memadati areal pemakaman di bukit Dana Taraha, sebagian warga ini nekat memanjat pohon untuk menyaksikan detik-detik terakhir Sultan H.Ferry Zulkarnain, ST Bin Sultan Abdul Kahir ke tempat peristirahatan terakhirnya. Banyak di antara pelayat yang menetaskan air mata. Tak kuasa menanahan kesedihan atas kepergian Sultannya.

 

Sultan Bima ke 16 itu wafat di RSUD Bima pada kamis pagi pukul 07.15 Wita karena penyakit jantung yang sudah setahun dialaminya. Kabar duka itu tersiar begitu cepat hingga ke pelosok desa. Ferry yang lahir di jakarta pada 1 Oktober 1964 itu baru 4 bulan dinobatkan menjadi Sultan Bima pada tanggal 4 Juli 2013 lalu. Selamat jalan Sultan. hilang Satu Tumbuh seribu.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru