logoblog

Cari

Pelatihan Sekolah Rintisan Perempuan

Pelatihan Sekolah Rintisan Perempuan

Sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari desa Renda, Ngali, Kalampa, Dadibou dan Sangiang Wera mengikuti Pelatihan para Pelatih (Training of

Rupa-Rupa

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
10 Desember, 2019 17:20:14
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 714 Kali

Sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari desa Renda, Ngali, Kalampa, Dadibou dan Sangiang Wera mengikuti Pelatihan para Pelatih (Training of Trainer/ToT) Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan (La Rimpu).

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Bappeda Kabupaten Bima dengan La Rimpu dan berlangsung selama dua hari Senin - Selasa (9-10) di Ruang Rapat Kantor Bupati Bima.

TOT dibuka secara resmi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE. Dalam sambutannya, Bupati  mengharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak positif terutama bagi masyarakat di desa.

"TOT diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perdamaian yang berasal dari insiasi internal masyarakat".

Disamping itu,  setiap perempuan menguatkan kapasitas dirinya sehingga dapat menjadi agen perubahan di lingkungnya masing-masing". Ajak Bupati.

Pada sesi pembahasan materi, Kabid Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni, ST , MT, M.Sc yang memaparkan peran pemerintah dalam gerakan perempuan dan perdamaian, berbagai agenda dan dukungan terhadap pengarusutamaan gender di Kabupaten Bima.

"Komitmen pemerintah terlihat jelas pada arah penguatan program yang sensitif gender di masing-masing dinas teknis". Ungkapnya.

 

Baca Juga :


Narasumber berikutnya, Direktur La Rimpu Dr. Atun Wardatun menjelaskan peran perempuan sebagai agen perdamaian, La Rimpu dan filososi manggawo dan marimpa.

Sementara itu Dr. Atun menyebutkan bahwa perdamaian dan perubahan di masyarakat tidak harus saling menunggu.

"Masyarakat terutama kita yang ada di ruangan ini harus mampu menempatkan dirinya sebagai subjek, tidak menunggu pemerintah. Sebaliknya juga pemerintah harus memiliki spirit yang sama, sebagai pelaku atau subjek utama". Urai akademisi UIN Mataram ini.

Selain kedua pemateri tersebut, narasumber lainnya yang hadir pada kesempatan tersebut yaitu Kasubag Perencanaan dan Program DP3AP2KB Kabupaten Bima  Safriatna Ach yang mengulas topik Pembedayaan perempuan dan aplikasi SIMAWAR. (KIM WAWO)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan