logoblog

Cari

HUT Merayakan NTB Gemilang

HUT Merayakan NTB Gemilang

Salah satu visi NTB Gemilang mewujudkan NTB Asri dan Lestari menjadi konsep pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar di Dusun Medak

Rupa-Rupa

Rintam Sanghiyang
Oleh Rintam Sanghiyang
05 Desember, 2019 11:11:34
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 391 Kali

Salah satu visi NTB Gemilang mewujudkan NTB Asri dan Lestari menjadi konsep pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar di Dusun Medak Belek, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah, Lombok Barat. Konsep Ekologi, Edukasi, Ekonomi merubah kawasan seluas 10 Ha ini sejak dibuka pada 2017 silam.

Dalam rangkaian kegiatan HUT NTB, kawasan ekowisata ini akan menggelar kegiatan paparan dan pameran foto burung burung migrasi, aksi tanam mangrove, aksi bersih pantai dan sejumlah kegiatan lain pada 15 Desember ini.

Dikatakan Agus Alwi, ketua kelompok pengelola kawasn wisata ini meski perayaan HUT NTB dilakukan rutin namun pada tahun ini menjadi istimewa karena momentum peringatan hari ulangtahun NTB ke 61 pada 17 Desember depan mencatatkan capaian yang baik oleh pengelola dan kontribusinya terhadap masyarakat sekitar dalam kurun waktu setahun ini. Oleh karena itu, perayaan ulang tahun dengan tema HUT NTB Gemilang pasca musibah gempa tahun lalu, dibarengi ungkapan rasa syukur dan optimisme meraih hasil yang lebih gemilang bagi kesejahteraan masyarakat di tahun tahun berikutnya.

“Bulan Nopember saja ada banyak sekali kegiatan baik penanaman, kunjungan maupun kegiatan rutin pendampingan dalam hal pelestarian dari beberapa stakeholder terkait sperti BKSDA dan lainnya. Dampaknya sebagai daerah wisata tentu ada banyak juga kegiatan wisata sebagai lahan ekonomi masyarakat yang bisa disediakan disini”, ujar Agus di Sekotong, (02/12).

 

Baca Juga :


Hal penting lainnya selain pelestarian lingkungan yang dibarengi dengan dampak ekonomi dari kegiatan wisata seperti trekking mangrove, memancing dan kuliner, kawasan wisata ini juga daerah migrasi burung burung dari belahan dunia. “Selain merawat mangrove untuk mitigasi bencana dan wisata ternyata kita baru tahu setelah ada penelitian bahwa di daerah kawasan mangrove ini adalah habitat migrasi sepuluh jenis burung bahkan ada yang dari Afrika”, terang Agus.

Untuk itu ia dan Pokmaslawisma Bagek Kembar makin optimis tempat ini akan semakin banyak diminati tidak hanya wisatawan tapi juga pengamat burung dan peneliti kelas dunia sebagai ekowisata yang lengkap. Tinggal merawat dan mengajak masyarakat berkontribusi pula dalam menjaga kekayaan alam milik mereka.(jm)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan