logoblog

Cari

Disdukcapil Se-NTB Lounching Dukcapil Go Digital

Disdukcapil Se-NTB Lounching Dukcapil Go Digital

Giri Menang – KM. Guna meningkatkan efektivitas kerja, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) me-laounching Dukcapil

Rupa-Rupa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
09 November, 2019 18:18:51
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 952 Kali

Giri Menang – KM. Guna meningkatkan efektivitas kerja, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) me-laounching Dukcapil Go Digital dan Zero Waste. Pada saat yang brsamaan, dimulai juga kegiatan Outbound Aparatur Sipil Negera lingkup Disdukcapil se-NTB di Bumi Perkemahan Khasri, Desa Sesaot-Narmada, Lombok Barat, Sabtu (9/11/2019).

Hampir seluruh Kepala Dinas Dinas Dukcapil Kabupaten/ Kota se NTB, turut menanda tangani plakat komitmen untuk menerapkan Go Digital dan Zero Waste di instansinya masing-masing. Penanda tanganan plakat itu, diikuti oleh Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) dan Dukcapil Provinsi NTB, Dr. Azhari dan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah. Ikut menyaksikan penanda tanganan tersebut, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid beserta 283 peserta Outbound yang berdatangan dari sepuluh Kabupaten/Kota se-NTB.

Digitalisasi yang dimaksud dalam lounching ini adalah, penerapan layanan digital dalam administrasi kependudukan atau adminduk.

“Digitalisasi pelayanan itu melingkupi pelayanan di bidang penerbitan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Identitas Anak, dan penanda tanganan Akta Kelahiran, Surat Keterangan Kematian, dan beberapa berkas yang cukup ditanda tangani secara digital,” terang Kepala Disdukcapil Lombok Barat, H. Muridun.

Penerapan tanda tangan digital, aku Muridun, diakui lebih memudahkan dirinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau dulu, tutur Muridun, dirinya bisa menanda tangani sampai 2000 berkas setiap hari. Digitalisasi tanda tangan tersebut, imbuhnya, membuat dirinya jauh lebih ringan dalam bekerja.

Senada dengan Muridun, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bima, Solahuddin mengaku, sangat terbantu penerapan tanda tangan digital itu. Kata Solahuddin, penerapan tanda tangan digital di Kabupaten Bima dimulai sejak Bulan Juli 2019 lalu.

"Dulu sehari saya bisa menanda tangani paling sedikit 700 berkas. Apalagi kalau saya harus keluar daerah, maka berkas itu menjadi menumpuk,” kata Solahuddin.

Saat ini, tambah Solahuddin, proses pelayanan administrasi kependudukan tertentu sangat memudahkan buat semua pihak dalam mengakses layanan. Kuncinya, tambah Solahuddin, terletak pada operator yang juga berfungsi sebagai verifikator berkas-berkas.

Di kesempatan membuka acara outbound, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, mengaku bangga dengan kondisi di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) itu, memberi apresasi atas digitalisasi di semua Dukcapil se-NTB.

 

Baca Juga :


“Semua Dinas Dukcapil di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sudah menerapkan digitalisasi. Ini akan mendorong pelayanan ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar Zudan.

Sementara di Kabupaten Lombok Barat, Kadis Dukcapil Lombok Barat, H. Muridun mengakui, pihaknya telah melayani 97 persen dari 520 ribu wajib KTP. Sedangkan untuk Akta Kelahiran, telah melampaui angka yang ditargetkan secara nasional.

“Kita telah merampungkan 104,9 persen dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang jumlahnya sebanyak 255 ribu lebih warga kita yang usianya 0 sampai 18 tahun,” terang Muridun.

Kalau untuk Kartu Identitas Anak (KIA), Dinas Dukcapil Lombok Barat, hampir setiap hari memberikan pelayanan antara 70-77 anak warga Lombok Barat.

“Kita sudah menerbitkan 4709 KIA. Untuk itu kami menghimbau, masyarakat Lombok Barat segera membuat KIA, karena blangko KIA kita masih banyak,” terang Muridun.

Sedangkan untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP), Muridun mengaku, masih mengalami kesulitan dengan keterbatasan keeping KTP yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Paling banyak didapat 500 keping kalau ke Jakarta. Karena kesulitan, pihaknya harus menggunakan Suket (Surat Keterangan, red) yang masa berlakunya enam bulan.

Ditambahkan Muridun, pihaknya berusaha menyicil pencetakan eKTP tersebut dengan mendahulukan warga yang akan habis masa berlaku Suket-nya.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan