logoblog

Cari

Bimtek Membangun Kesadaran Konstruktif Pemuda

Bimtek Membangun Kesadaran Konstruktif Pemuda

Sebanyak 30 orang pemuda Gemilang yang terdiri dari tokoh pemuda, komunitas dan elemen pemuda lainnya di NTB, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek)

Rupa-Rupa

KIM PROVINSI NTB
Oleh KIM PROVINSI NTB
08 November, 2019 13:25:42
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 459 Kali

Sebanyak 30 orang pemuda Gemilang yang terdiri dari tokoh pemuda, komunitas dan elemen pemuda lainnya di NTB, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang mencegah dan menjaga kondusifitas potensi konflik di masyarakat NTB,  Kamis (7/11/2019) di hotel Bidari Mataram.

Diskusi terarah dan Bimtek yang di prakarsai Polda NTB melalui Direktorat intelkam, mengangkat tema "Politik Konten Media Digital Sebagai Politiknya Anak Muda dengan Membangun Kesadaran Konstruktif".

AKBP Moch Yunus Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda NTB menjelaskan bahwa dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi situasi terkini, menyebabkan masyarakat kita makin aman, damai dan tentram.Karena tugas menciptakan Kamtibmas di wilayah kita, tugas bersama bersinergi seluruh komponen bangsa ini.

"Upaya ini bukan saja tugas Polisi, namun harus terus dibangun kesadaran kita bersama secara bersama terus mengupayakan keadaan yang baik dan lebih baik lagi”, tutup Yunus.

Ia juga mengatakan, di era IT ini penggunaan media sosial semakin banyak. Sehingga kadang masyarakat kita menjadikan informasi sebagai rujukan. Disamping itu, terjadi saling membuli dan perang wacana karena masalah sepele kemudian merembes ke dunia nyata.

"Pemicu konflik atau perang kampung itu karena misinformasi dan saling mencela di media sosial," kata mantan Kasat Intel Bima yang dekat dengan insan pers ini.

Sehingga pelatihan kepada anak muda yang menjadi mitra Polri ini, diharapkan dapat menjadi agen yang terus menyebar seruan untuk menjaga Kamtibmas. Termasuk tahun 2020 ini NTB akan menghadapi Pilkada serentak,"Maka situasi kondusif dan damai terus kita jaga bersama,". tutur pria ramah ini.

Pada diskusi ini juga, peserta disajikan materi dari MUI NTB dan Kepala Kampung Media NTB Ach. Fairuzz Abadi, SH. Untuk memperkaya pengetahuan peserta tentang informasi, journalis dan perkembangan IT.

Fairuz Abadi dengan gaya bayolan nyentrik menyampaikan materi dengan khas Abu Macelnya mampu menghidupkan suasana bimtek dan diskusi dengan peserta.

Menurut Fairuz, Informasi itu hanya ada 2, mengajak orang berbuat baik dan mencegah orang berbuat jahat. Dan memajukan peradaban dunia. "Maka penting bagi kita semua mengenal informasi itu dengan baik,sehingga kita tidak terjerumus ke yang jahat tadi," ajak Abu Macel.

Di jaman sekarang, semua orang itu pewarta bagi dirinya. Dapat menyajikan informasi di Medsos kita. Cuma bedanya dengan wartawan, mereka menulis sesuai kaidah yang ditetapkan.

Wartawan juga harus bernaung dalam perusahaan media yang berbadan hukum. Memiliki alamat kantor yang jelas dan susunan redaksi yang tetera pada informasi website atau media cetak.

"Dalam menjalankan pekerjaannya journalis diatur oleh peraturan pers, sehingga gak bisa semaunya menginformasikan berita," kata penggagas Kampung Media ini.

Ia juga memberikan informasi tentang membedakan informasi yang hoax atau bohong dan informasi yang benar. Salahsatu cirinya adalah informasi ini dari sumber yang tidak jelas. Tidak mencantumkan alamat medianya atau susunan redaksi. "Gambar atau video juga dapat dikenali dengan cara memasukan kata kunci atau video pada pencarian google," tutup Ketua NU Kota Mataram ini. (IE/JM)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan