logoblog

Cari

Koramil Mataram Ada di Jalur Urat Nadi Perekonomian

Koramil Mataram Ada di Jalur Urat Nadi Perekonomian

  Mataram-Komando Rayon Militer (KORAMIL) 1606-05 Mataram adalah salah satu dari 10 Koramil yang berada diwilayah Komando Distrik Militer (KODIM) 1606/Lobar

Rupa-Rupa

Nanang Abdul Hamid
Oleh Nanang Abdul Hamid
17 Oktober, 2019 17:56:46
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1479 Kali

 

Mataram-Komando Rayon Militer (KORAMIL) 1606-05 Mataram adalah salah satu dari 10 Koramil yang berada diwilayah Komando Distrik Militer (KODIM) 1606/Lobar yang terletak ditengah tengah Kota Mataram sebagai Ibu Kota NTB. Koramil 1606-05 Mataram membawahi 2 wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang. Masing masing kecamatan terdiri dari 9 Kelurahan yang totalnya 18 kelurahan yang dihuni oleh 215.424 jiwa yang membaur dari berbagai suku, agama, dan etnis, namun aman dan damai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut kronologis yang dituturkan kembali oleh Danramil Mataram Kapt.Inf. I Made Suandi, semasih Kota Mataram menyatu dengan Pemda Lombok Barat, Koramil tersebut berada di Ampenan. Karena pada masa itu terjadi kerawanan konflik antar suku dan dan rawan tindak kriminal maka dibentuklah Pos Ramil Tanak Aji yang kemudian menjadi cikal bakal Koramil 1606-05 Mataram yang kini jalur tersebut menjadi jalur urat nadi penghubung Kota Mataram dan Lombok Barat baik secara ekonomi maupun sosial.

Kapten Inf. I Made Suandi yang bertanggung jawab atas wilayah territorial 2 kecamatan tersebut juga menjelaskan bahwa setelah berpindahnya Koramil dari ampenan dan ditetapkan diposisi sekarang ini kemanan menjadi lebih terkendali, apalagi Ampenan sendiri telah dibentuk Koramilnya menyusul terbentuknya Kodya Mataram.

Lanjut Suandi,”Karena diwilayah Koramil 05 Mataram ini masyarakatnya sangat hiterogen dibutuhkan metode pendekatan khusus berupa memanfaat setiap kegiatan keagamaan dan budaya adat istiadat untuk turut serta, atau terlibat langsung didalamnya baik dalam kapasitas sebagai Apkowil maupun sebagai undangan. Khususnya para Babinsa dituntut untuk selalu berada didalam setiap peristiwa perayaan maupun yang lainnya.Ada beberapa titik rawan konflik yang masih terus dalam pengawasan dalam rangka menjamin Kamtibmas. Biasanya konflik antar agama atau suku”, paparnya.

 

Baca Juga :


Menurutnya anggota Babinsa yang diposisikan disetiap kelurahan kerap melakukan sosialisasi dan penyuluhan wawwasan kebangsaan ditengah tengah masyarakat binaannya dan mewujudkan Binjar Teritorial agar dapat melaksanakan dengan seutuhnya arahan dari atasan terkait dengan temu cepat dan lapor cepat.(N3G)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan