logoblog

Cari

Komunitas Pemersatu Lembaga Lainnya

Komunitas Pemersatu Lembaga Lainnya

Pada masa kini tentunya ada banyak mimpi yang harus diwujudkan dan keinginan yang mulia, meskipun banyak mengalami hambatan. Saat ini tantangan

Rupa-Rupa

Firman Purnawirawan
Oleh Firman Purnawirawan
19 September, 2019 10:33:16
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 4794 Kali

Pada masa kini tentunya ada banyak mimpi yang harus diwujudkan dan keinginan yang mulia, meskipun banyak mengalami hambatan. Saat ini tantangan baru muncul dari beberapa aspek yang bermuatan basis ras, kelompok, golongan, dan agama. Tentunya perlu upaya dalam menguhubungkan semuanya untuk mempersatukan kembali. 

Dinamika kehidupan dalam menguatkan persatuan dengan perbedaan perbedaan tidak menjadi hal yang sulit jika sama sama berjuang untuk mereimajinasikan perbedaan perbedaan dari beberapa aspek itu. Semua itu juga tidak lepas dari perjuangan kaum muda yang telah meletakkan nilai nilai dasar perjuangan. Dan kali ini, isi artikel ini akan membuat kita berfikir bahwa dalam sebuah kelompok, organisasi, suku, ras jika bergabung menjadi satu di sebuah wadah akan lebih kuat dalam mewujudkan mimpi  yang mulai itu.

Merefleksikan semangat Pemuda yang menjadi titik perjuangan dalam menyatukan perbedaan dari beberapa golongan, kaum muda berinisiatif untuk mengumpulkan perbedaan dalam satu wadah. yang akhirnya tercipta wadah dari manisnya kopi dengan kesolidaritasannya kaum muda mileneal dengan beberapa pakar pakar filosofi dan dakwah. Dengan bertemakan secangkir kopi yang membuat sebuah keharmonisan tanpa ada perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan yang kental untuk mewujudkan suatu visi dan misi  yang perlu untuk di perjuangkan. 

Komunitas Kopi Solidaritas lahir ketika masih dalam semangat juang. Planing yang tercipta begitu banyak, dan kala itupun dari beberapa pemikiran yang keluar secara langsung untuk membuat sebuah wadah kecil guna tempat berkumpul menyelesaikan masalah, diskusi tentang akademis, atau lainnya. Namun hari semakin hari, perkumpulan dengan begitu banyak rencana, timbullah ide baru untuk menjadikan wadah kecil ini menjadi wadah besar. 

Dalam masa Kuliah tentu mahasiswa harus bisa menjadi agen of change dan agen of control. Melihat masa kini dengan mirisnya pemikiran pemikiran kritis, idealis, pragmatis, analitis dan pemikiran lainnya, tentunya menjadi seorang mahasiswa perlu adanya langakah awal untuk mengambil sikap dalam mengubah nasib. 

Timbul keraguan, apakah kita mampu melakukannya. "Sukses itu butuh perjuangan. maka perjuangkan dirimu untuk menjadi orang yang sukses", kata motivasi. Jika kita bersungguh dalam mewujudkan sebuah mimpi, harus ada usaha meskipun banyak cobaan atau hambatan di tengah perjalan. Kalau hanya duduk diam lalu berdo'a namun tidak ada usaha, itu pekerjaan orang yang sedang putus asa. 

Kembali ke tema awal, berkumpulnya semua perbedaan dalam satu wadah dengan bendera putih berlogo secangkir kopi. Sekarang orang dengan mudah membentuk komunitas. Apalagi ditunjang oleh faktor komunikasi yang memudahkan untuk saling berinteraksi. Namun tidak semudah membentuknya, pengelolaan sebuah komunitas memerlukan figur dan tenaga sukarela yang ringan tangan dan mau memikirkan pembangunan sebuah komunitas. Karena yang dikelola adalah manusia, yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Komunitas juga dapat terbentuk berdasar kesamaan tempat atau domisili misal komunitas Kopi Solidaritas ini yang di bentuk di kawasan UIN MATARAM, penulis menjelaskan bahwa komunitas ini mulai berdiri sekitar enam bulan lalu dari pakar pakar organisatoris ataupun akademis.

Melihat secara langsung, begitu banyak organisasi atau komunitas yang di bentuk, baik berdirinya secara independen ataupun dependen. contohnya organisasi organisasi besar seperti PMII, HMI, HIMMAH, IMM, dan organisasi atau komunitas lainnya. Pemikiran pemikiran berbeda dari masing masing organisasi, namun punya kesamaan yaitu sama sama berjuang dalam mewujudkan sebuah mimpi. 

 

Baca Juga :


Secara tidak langsung komunitas yang ber bendera putih dengan logo kopi di tengahnya ini mampu memepersatukan banyak lembaga, tanpa ada persaingan, perselisihan ataupun permusuhan. memang dalam tiap tiap organisasi memiliki ciri khas, namun ketika sudah masuk dalam komunitas atau organisasi manapun tetap akan membawa ciri khas komunitas atau organisasi itu sendiri. 

Di dalam komunitas kopi ini, ada dua bidang yang di jalankan untuk sementara waktu, yaitu bidang pendidikan dan media. yang namaanya organisasi ataupun komunitas kalau tak ada bidang pendidikan mungkin tidak akan lengkap rasanya. Karena didalam bidang pendidikan ini, tempat dimana kita belajar berpikir kritis, idealis, pragmatis, ataupun anilitis itu sendiri. Dan untuk bidang lainnya itu adalah salah satu cara bagaimana menjadi seorang yang cerdas, yang mampu melakukan segala hal. Contohnya Di bidang Media, Komunitas Kopi Solidaritas ini rata rata masih dalam cakupan UIN Mataram jurusan KPI. Perlu adanya upaya untuk mengetahui bagaiman sistem dalam media. Yang namanya anak komunikasi pasti harus bisa menggunakan media. 

Dari contoh di atas Bidang Media ini sudah menjadi keharusan untuk bisa menggunakan Media, apalagi seorang mahasiswa dengan jurusan komunikasi. Terlebih lagi mampu menguasai sepenuhnya. inilah kenapa Komunitas ini memasukkan bidang media agar mampu dengan cepat tangkap yang bukan hanya di akademis saja mampu mendapatkan ilmu, diluarpun masih bisa. 

Apalagi kini dunia sedang maraknya tekhnologi. apakah mau menjadi seorang pecundang atau pemenang dalam dunia kehidupan?. Tentunya ingin menjadi  seorang pemenang bukan. 

Komuitas pemersatu Lembaga, diskusi tiap tiap dilakukan dengan khas komunitas, dan tidak ada pemikiran politik juga disana. dengaan awal yang memiliki perbedaan menjadi persamaan yang hakiki. Tak ada suku, ras, kelompok golongan di bendera putih. Yang hanya satu tujuan yaitu bagaimana menjadi orang sukses yang mulia dan kembali kepemikiran utama,  yaitu bagaimana menjadikan orang bangga, terutama orang tua. "cintai dirimu dahulu baru kau mencintai orang lain", kata motivasi. Artinya disini adalah cintai dirimu dengan sungguh suguh untuk meraih mimpi mimpi mu baru kemudian kau membahagiakan orang lain dengan kesuksesan mu itu.

Dari beberapa isi artikel diatas perlu kita belajar bahwa, kita sama sama dalam negara indonesia, jangan menjadikan perbedaan suku, ras, kelompok, golongan, dan agama menjadikan perpecahan di negara. Ingat, kembali pada Pancasila yaitu sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia. Dan mari kita satukan suara dan jiwa juang dengan sama sama berjuang untuk menjadikan kesuksesan yang mulia tanpa  harus menjatuhkan orang lain. 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan