logoblog

Cari

Sinergitas Pengembangan Tenun Di NTB

Sinergitas Pengembangan Tenun Di NTB

Pengembangan tenun di NTB masih terbilang individu dan hanya dilakukan oleh beberapa pihak yang belum terkoordinasi dengan baik, perlunya sinergitas

Rupa-Rupa

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
20 Agustus, 2019 08:53:58
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 714 Kali

Pengembangan tenun di NTB masih terbilang individu dan hanya dilakukan oleh beberapa pihak yang belum terkoordinasi dengan baik, perlunya sinergitas pengembangan tenun dengan membentuk upaya - upaya untuk mengembangkan tenun secara terkoordinasi. 

"Kita semua punya niat baik mengembangkan tenun, tetapi bagaimana supaya di NTB memiliki gerak yang terkoordinasi dan nanti akan membentuk rencana terpadu, yang tidak hanya satu tenun pada daerah tertentu tetapi seluruh daerah di NTB" tutur ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Balai Kriya, Senin (19/08).

Selama 3 tahun kedepan berbagai hal dapat dilakukan secara bertahap untuk pengembangan tenun di NTB, dimulai tahun 2020 sudah saatnya melakukan pilihan fondasi untuk dihadirkan proyek pengembangan dan pentingnya kontribusi dari pihak - pihak terkait. "Dalam satu tahun kita sudah punya perkembangan, seperti adanya Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) atau sebagainya, tahun selanjutnya akan kita tingkatkan lagi" jelasnya.

Sementara itu, perkembangan tenun ikat di NTB semakin terasa sejak dilaunchingnya hari selasa menggunakan pakaian tenun ikat, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengusulkan sebuah regulasi bersama agar dibentuknya Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menguatkan penggunaan tenun ikat di NTB sehingga yang belum menggunakan tenun ikat dapat diterapkan 

"Jadi yang belum menggunakan tenun ikat adalah BUMN, padahal BUMN setiap hari rabu dan jumat menggukan batik, kalau bisa ada Pergu. Sehingga itu bisa dirubah dan semua yg berkarir di NTB dapat menggunakan kain NTB"jelasnya.

 

Baca Juga :


Apabila regulasi yang jelas dapat dilaksanakan, kemudian dapat diterapkan pada pakaian anak - anak sekolah dengan menggunakan pakaian tenun ikat dalam satu kali seminggu akan terlihat betapa banyaknya masyarakat yang menggunakan tenun ikat. "Dulu pernah melakukan hal tersebut dengan menggunakan batik Nasional, dan terlihat luar biasa" tutur Kadis Koperasi UMK Drs.H.Lalu Saswadi,MM.

Tahun 2019 Dinas Perindustrian akan menyediakan 5 buah ATBM agar dapat dimanfaatkan dan menghasilkan kain yang lebih banyak. "Pada tahun 2020 berkeinginan untuk merubah mindset masyarakat dalam meningkatkan pengelolaan fashion tenun. Tidak hanya kepada budidaya tetapi lebih meningkat ke arah fashionnya juga" tutur Kepala Dinas Perindustrian Ir. Andi Pramaria, M. Si.

Andi juga akan menghidupkan kembali daerah Banyumulek yang menjadi salah satu sentra kerajinan industri gerabah, dimana adanya perubahan konsep design yang dapat dilakukan oleh pengerajin gerabah. "Perlunya perubahan design gerabah yang dapat dibuat untuk lebih praktis, sehingga memudahkan wisatawan dalam membeli gerabah dan mensiasati bagasi berbayar" tuturnya. 

Potensi kain tenun sudah diakui dunia, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan, menjaga dan memelihara kekayaan kebudayaan. Perlunya sebuah sinergitas untuk bersama - sama melakukan pengembangan kain tenun di NTB. (ely - Tim Media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan