logoblog

Cari

Deparsi Rancang Wisata Lombok Madinah Puncak Jeringo

Deparsi Rancang Wisata Lombok Madinah Puncak Jeringo

KM. Sukamulia - Dewan Pariwisata Syair'i Indonesia (Deparsi) merencang Puncak Jeringo sebagai salah satu destinasi wisata syariah di wilayah Lombok Timur.

Rupa-Rupa

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
31 Mei, 2019 22:21:13
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 6069 Kali

KM. Sukamulia - Dewan Pariwisata Syair'i Indonesia (Deparsi) merencang Puncak Jeringo sebagai salah satu destinasi wisata syariah di wilayah Lombok Timur. Deparsi merancang Wisata Puncak Jeringo dengan tema Wisata Transimigrasi Lombok Madinah yang dimana kawasan trsnsimigrasi tersebut akan dikemas dengan konsep pertanian wilayah Timur Tengah.

"Sejak awal 2019, kami melakukan kajian terhadap kondisi daerah transimigrasi Puncak Jeringo. Setelah beberapa kali melakukan kunjungan dan kajian potensi dari berbagai aspek, maka kami sangat tertarik untuk mengembangkan wilayah Puncak Jeringo sebagai salah satu kawasan wisata syariah di Lombok Timur. Melihat potensi geografis, kondisi sosial budaya dan aset wisata yang ada di kawasan tersebut, maka kami dari Deparsi berencana untuk mengembangkan Wisata Transimigrasi Lombok Madinah Puncak Jeringo", papar Mukti Ali, SH.

Ketua Dewan Pembina Deparsi itu menjelaskan bahwa salah satu program Deparsi di tahun 2019 ini adalah menjadikan salah satu daerah transimigrasi di Lotim menjadi salah satu destinasi wisata syariah dengan mengemas keindahan alam dan budaya yang melekat pada masyarakat daerah tersebut. Daerah yang dimaksud adalah Desa Puncak Jeringo Kecamatan Pringgabaya.

Berbicara mengenai transimigrasi, banyak yang memandang bahwa transimigrasi adalah momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat sebab daerah transimigrasi identik dengan daerah yang termarginal dengan kehidupan yang kritis (serba kekurangan). 

Dilatar belakangi oleh hal tersebut, Deparsi menawarkan kepada Pemda Lotim pada khususnya dan Pemprov NTB pada umumnya beserta stikholder lainnya yang perduli terhadap pariwisata untuk bersama-sama membangun wilayah tersebut (Puncak Jeringo) dan menjadikannya sebagai salah satu daerah wisata yang menarik dengan latar belakang bahwa wilayah tersebut mengandung khazanah alam yang sangat indah yang dimana kawasan tersebut bertopografi perbukitan yang dihuni oleh masyarakat yang hetrogen dengan berbagai back groun budaya yang melekat dalam kehidupan mereka.

Mengingat keindahan alam dan kondisi lingkungannya yang sangat indah, serta budaya masyarakat yang masih tergolong tradisional, maka tidak berlebihan kiranya jika Deparsi Lotim berinisiatif untuk menjadikan kawasan Transimigrasi Puncak Jeringo sebagai salah satu kawasan wisata.

Dari Puncak Jeringo kita dapat menyaksikan indahnya view lembah dan kawasan pesisir pantai Kecamatan Pringgabaya dan pada malam hari, dari tempat ini kawasan Lembah Labuhan Lombok terlihat seperti pulau bintang. Bukan hanya itu, di Kawasan Jeringo juga terdapat beberapa air terjun yang cantik dan terdapat pula even budaya Tradisi Tunas Ujan yang dilaksanakan sekali setahun oleh warga setempat.

"Kami merancang Jeringo menjadi Wisata Transimigrasi Lombok Madinah. Yaa, disebut dengan nama Lombok Madinah sebab kawasan ini berbukit-bukit dengan kondisi lahan yang kering, layaknya tanah Madinah", pungkas Ali.

Laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai Kabid di lingkup Dinas Tenagakerja dan Transimigrasi Lombok Timur itu menjelaskan bahwa kondisi lahan berbukit dan kering yang terdapat di Jeringo memungkinkan untuk dikembangkannya salah satu produk perkebunan dan pertanian yang berasal dari daerah Timur Tengah, yakni Kurma. 

 

Baca Juga :


Dengan demikian, dalam kegiatan pengembangan wisata syar'i Puncak Jeringo akan dilaksanakan program penanaman Pohon Kurma di sekitar kawasan transimigrasi tersebut. 

"Di samping itu, penduduk Puncak Jeringo adalah seluruhnya bersgama islam sehingga layaklah jika kawasan tersebut dikembangkan menjadi kawasan wisata yang disebut Wisata Lombok Madinah", tegas Mukti Ali.

Rumah para transimigrasi di kawasan Puncak Jeringo akan dirancang dengan disain atau konstruksi rumah adat, seperti Rumah Adat Limbungan yang nantinya akan menjadi ciri khas kawasan transimigrasi Puncak Jeringo. 

Rumah tersebut nantinya akan dikemas sebagai Home Stay yang di sana para wisatawan dapat menginap dan membaur bersama masyarakat setempat, bahkan ikut terlibat dalam berbagai aktifitas sosial masyarakat setempat. 

Dengan demikian, berjalannya Wisata Transimigrasi Lombok Madinah diharapkan dapat meningkatkan tarap perekonomian masyarakat setempat dan pada ahirnya kawasan transimigrasi tidak lagi dipandang sebagai momok yang menakutkan.

Mukti Ali berpendapat bahwa untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata, sangat diperlukan dua hal. Hal pertama adalah peran Pemda dan Pemerintah Pusat untuk membantu pembangunan akses akomodasi jalan menuju kawasan tersebut. Hal kedua adalah dinas-dinas terkait memberikan pembinaan yang intensif terhadap masyarakat setempat, dinas terkait yang dimsksud dalam hal ini adalah Dispar, Dinas Tenaga Kerja serta dinas lainnya.

"Deparsi sendiri akan berusaha mencari investor yang perduli terhadap program ini dan akan terus menjalin komunikasi dengan pemda demi terwujudnya wisata yang berbasis transimigrasi dan bersyariah di Lotim pada khususnya dan NTB pada umumnya", tegas Ali.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan