logoblog

Cari

Delegasi World Bank Belajar Penanganan Stunting Di Lombok Barat

Delegasi World Bank Belajar Penanganan Stunting Di Lombok Barat

Giri Menang, KM. Delegasi World Bank (Bank Dunia) yang diwakili beberapa Negara seperti Maroko, Kamboja, dan Timor Leste, didampingi Bappenas mengunjungi

Rupa-Rupa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
25 Mei, 2019 23:00:15
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali

Giri Menang, KM. Delegasi World Bank (Bank Dunia) yang diwakili beberapa Negara seperti Maroko, Kamboja, dan Timor Leste, didampingi Bappenas mengunjungi Kabupaten Lombok Barat (Kab Lobar). Mereka sengaja dating untuk mempelajari proses penanganan kasus stunting di daerah ini.

Seperti yang diketahui, Lobar menjadi daerah pertama secara progress, mampu menurunkan angka kasus stunting cukup signifikan. Rencananya, para delegasi dari Negara tetangga ini, selanjutnya akan turun mengunjungi beberapa desa di Lobar. Mereka akan melihat langsung proses bekerja para tenaga kesehatan, kemudian merka bisa menerapkan di negaranya masing-masing.

Kedatangan17 orang delegasi ini disambut baik Sekda Lobar, H. Moh.Taufiq di Ruang Rapat Umar Madi Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (22/5).

“Atasnama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kami mengapresiasi para delegasi yang memilih Lombok Barat sebagai tempat kajian mengenai stunting,” ungkapnya sebelum papaparan materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rachman Sahnan Putra.

Tahun 2017 lalu, pemerintah pusat menetapkan Lobar bersama tiga daerah lain di Indonesia sebagai daerah percontohan penanganan kasus stunting. Pemerintah menilai, program terbosan dan komitmen dari para kepala daerah tersebut, sangat baik menghadapi stunting.

Angka kasus stunting di tahun 2007 di Lobar sebesar 49%. Dinas Kesehatan, kemudian terus berinovasi menurunkan angka tersebut. Beberapa inovasi yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Lobar, diantaranya sensus terhadap seluruh balita di wilayah Lobar, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan system melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu.

 

Baca Juga :


Dengan dukungan bupati dan keterlibatan lintas sektor, angka kasus stunting dapat turun menjadi 32% di tahun 2016. Data terakhir menunjukkan, pada Februari 2019, penurunan angka kasus stunting di Lobar dapat ditekan menjadi 25,04%. Angka tersebut, bahkan di bawah rata-rata nasional. Pemkab Lobar, melalui Dinas Kesehatan menargetkan, tahun 2020 mampu menurunkan angka stunting menjadi 15%, sehingga target daerah yang dikenal dengan motto Patut Patuh Patju ini, Bebas Stunting pada tahun 2024 mendatang.

“Dalam upaya penurunan stunting, kita berharap agar koordinasi lintas program dan lintas sector semakin kuat dan efektif, sehingga percepatan penurunan angka stunting di daerah semakin cepat. Hanya satu satunya cara, yaitu dengan konvergensi (menitikpusatkan-red) seluruh program yang kuat,” pinta Rachman.

 

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan