logoblog

Cari

Persahabatan Di Secangkir Kopi

Persahabatan Di Secangkir Kopi

Sudah bukan lagi hal tabu kalau setiap orang saat ini terhipnotis dengan kopi.  Entah apa yang dirasuki pikiran orang-orang, kalau suntuk,

Rupa-Rupa

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
14 Maret, 2019 15:38:27
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 5593 Kali

Sudah bukan lagi hal tabu kalau setiap orang saat ini terhipnotis dengan kopi.  Entah apa yang dirasuki pikiran orang-orang, kalau suntuk, penat, jenuh, pasti pelariannya "ngopi yuk". Sudah sebagai ritual suci saja. Bagi mereka ngopi adalah hal yang wajib dan hukumnya Fardhu Ain. Termasuk saya, saya adalah pecinta kopi berat, sehari saja tidak ngopi berasa ada yang kurang.

Pecinta kopi pun beraneka ragam, bapak-bapak dan para sesepuh lebih cinta kopi pahit. Kaum pegawai, mahasiswa, remaja beranjak dewasa lebih suka yang rada soft dan cocok di lambung, tentu pilihannya tidak jauh dari si mainstream milik cappuccino. Dan tidak ketinggalan si pecinta karbitan, yang rela menghabiskan uang di gerai kopi hanya sebatas untuk update dan terlihat keren dengan cup kopinya yang terkenal itu.

"Namun kopi tidak hanya untuk diminum saja, tapi kopi itu untuk dinikmati", kata yang pernah terucap di sebuah film filosofi koli.  Dari film tersebut juga banyak hal yang perlu di contohi salah satunya adalah keindahan dalam kebersamaan bersama sahabat, keluarga ataupun orang tersayang. 

Yang menarik buat saya dan menggelitiki hati sampai pada rasa ingin membuat sebuah tulisan dengan persahabat di secangkir kopi sebagai judul yang saya angkat dalam artikel ini hingga akhirnya proses membuat saya menulisnya juga adalah, Dari yang saya amati, saya perhatikan dan saya pelajari dalam keseharian di beberapa tempat, Kopi seperti memiliki pengaruh tersendiri terhadap para penggiatnya dalam artian positif menurut saya, seperti memiliki sebuah metode pendekatan atau semacam kemampuan pengendalian yang sekaligus menjadikan nya sebagai bagian dari rutinitas sebagian banyak orang dalam segala aspek kehidupan. 

Karena di secangkir kopi juga, saya mampu menemukan banyak sahabat yang pola pikirnyaa sejiwa dengan saya.  Itulah kenapa secangkir kopi memiliki banyak cerita yang manis. Di sacangkir mampu menciptakan sebuah suasana, menjadi sumber kehangatan para pemburu bahagia,sarana pendekatan emosional dan silaturrahim. 

Dari beberapa pelajaran yang diambil di secangkir kopi, muncul lah ide tentang bagaimana cara agar solidaritas sahabat tetap solid,  dan kami pun merencanakan untuk membuat sebuah komunitas pecinta kopi.  Beberapa orang sahabat setuju untuk membuat sebuah komunitas ini, meskipun komunitas kecil tapi di dalamnya terdapat rasa kimestri antar sahabat yang lain,  baik yang baru kenal ataupun sudah lama. 

 

Baca Juga :


Solidaritas akan mulai terbangun di komunitas ini,  bahkan tiap tiap jauh hari  akan bersama sahabat dengan rasa sayang, rasa saling menjaga antar sahabat. Komunitas yang akan terbentuk di cakupan mahasiswa ini akan memberikan satu keuntungan untuk tetap menjaga silaturrahim dan kepedulian sesama.  baik untuk kepedulian teman sebaya ataupun masyarakat.  Sudah banyak yang terbayang, hal apakah yang aka menjadi kegiatan kedepan di komunitas ini.  yang terpenting adalah bersahabat dalam sebuah komunitas di balik secangkir kopi ini.  

Belajar dari kopi hitam yang di buat secara tradisional. Filosofi kopi hitam,  tiap-tiap tegukan kopi yang melalui lidah, setiap saat itu juga menyadarkan kalau hidup itu tidak selamanya indah, tidak selamanya manis, tak juga senantiasa berwarna warni. Terkadang kita harus juga mendapatkan rasa yang pahit serta hitam. Demikianlah langkah hidup itu peroleh keseimbangannya. Yin serta yang. Dalam kehidupan, tentu ada dua segi yang tidak sama. Saya jadi teringat pepatah Jawa atau juga filsafat jawa tentang kopi, Cakra Manggilingan. Roda kehidupan itu berputar. Terkadang diatas, namun juga terkadang dibawah. Terkadang indah, seringkali juga kelabu.

“Persahabatan kayak kopi tubruk, permukaannya kasar, pas lo cium dan kenal lebih dalem. Lo gak akan pernah bisa ngelupain." Dari kata motivasi di sebuah film filosofi kopi,  di balik secangkir kopi yang kau seduh bersama sahabatmu akan membuat tak terlupakan,  bahkan akan menjadi cerita hidupmu yang akan kau ingat jika sukses akan mendatangimu kelak.  Kamu akan mengingat sahabat sejiwamu lewat rasa kenikamatan kopi yang di teguk perlahan, dan seraya kamu akan berkata dulu kami bersama sahabat menikmati kopi ini. 



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan