logoblog

Cari

Pariwisata NTB Di Mata Media

Pariwisata NTB Di Mata Media

Isu utama bulan Februari 2019 didominasi pemberitaan tentang Pariwisata NTB. Dari 51 berita yang dimuat selama sebulan oleh 12 media cetak

Rupa-Rupa

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
13 Maret, 2019 15:20:59
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 408 Kali

Isu utama bulan Februari 2019 didominasi pemberitaan tentang Pariwisata NTB. Dari 51 berita yang dimuat selama sebulan oleh 12 media cetak dan online membicarakan tentang situasi pariwisata yang sedang lesu pasca gempa. Ini menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB menurun selain variable lain terkait mahalnya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar yang banyak ditulis selama bulan Februari dengan beragam konsekuensi. Mulai dari pendapatan pelaku wisata seperti pengelola hotel, guide sampai dengan pedagang yang berjualan di lokasi wisata yang menurun sampai pengaruhnya kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, isu utama pariwisata juga menulis tentang kemeriahan Festival Bau Nyale yang digelar pada Februari dan berita tentang launching desa wisata yang sedang dikembangkan pemerintah sebagai wisata berbasis masyarakat. Data ini berdasarkan Analisa Konten Media yang dilakukan Dinas Kominfotik NTB.

Bagi media, menurut isu yang ditulis selama Februari oleh dua belas media sample tersebut, isu pariwisata lebih kepada pengelolaan ketimbang menulis lesunya pariwisata sebagai akibat dampak bencana alam. Beberapa berita menyebut tentang kurangnya sosialisasi Festival Bau Nyale yang telah menjadi event nasional bahkan agenda rutin NTB. Ada pula berita tentang penataan lokasi wisata yang dinilai masih carut marut serta kebijakan pemerintah mengatasi mahalnya harga tiket pesawat dan upaya mengembalikan kunjungan wisatawan melalui program Dinas Pariwisata NTB dan BPPD NTB yang dinilai belum maksimal.

Isu utama berikutnya adalah kesehatan. Lanjutan dari isu utama bulan Januari lalu tentang penyebaran virus Rabies dan temuan terduga virus Demam Berdarah dan isu utama lanjutan lain tentang penanganan rehab/ rekon pasca gempa NTB yang masuk dalam kategori bidang pemberitaan Sosial/ Ekonomi.
Pekan pertama Februari, berita kesehatan mendominasi headline. Enam berita terkait virus Rabies, seluruhnya mengkritik penanganan penyebaran virus ini oleh pemerintah. Berita kesehatan lainnya yakni ditemukannya terduga kasus DBD sebanyak 249 selama Januari dan pertengahan Februari dengan empat korban meninggal. Ada juga berita tentang angka kematian akibat kecelakaan jalan raya di 2018. Berita ini sebagai peringatan dini soal keselamatan dan keamanan jalan raya di 2019. Isu lainnya adalah soal progress perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa. Masih menulis tentang progress fisik maupun kelambatan pencairan dana hingga keluhan gaji fasilitator yang dianggap tidak jelas.

Berita lain soal persiapan Pemilu April mendatang, NTB yang masuk zona merah kerawanan Pemilu bersiap menghadapi Pilpres serta berita NTB masih kekurangan 2.584 guru dan 694 tenaga kesehatan.
Pada pekan kedua, pertumbuhan ekonomi NTB seperti dimuat Suara NTB, terendah se Indonesia. Mengutip data dari Kepala BPS NTB, pertumbuhan ekonomi menunjukkan penurunan dari 7 persen di tahun 2017. Namun demikian, Lombok Post menulis kondisi ekonomi keluarga meningkat dari data Indeks Tendensi Konsumen (ITK) BPS NTB. Musibah gempa turut mempengaruhi kedua variable data tersebut. 

Beberapa berita terkait penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa, media menulis seragam untuk tidak mempersulit pemberian bantuan korban alias kerumitan birokrasi yang dinilai menghambat percepatan rehab/ rekon gempa Lombok meski di Loteng, validasi rumah rusak korban gempa yang belum tuntas malah terus bertambah jumlahnya.

 

Baca Juga :


Berita menarik lainnya soal meningkatnya kasus kekerasan anak dari 14 kasus (2017) menjadi 22 kasus pada 2018 dan penerapan tingkat kesulitan soal UN yang berbeda dari daerah lain karena terganggunya pembelajaran akibat gempa beberapa waktu lalu. Berita media online di pekan kedua Februari tidak merilis isu utama yang mendominasi pemberitaan. Dari 61 berita media online, konten yang ditulis laman masing masing sangat beragam, Mulai dari hukum samapai dengan berita politik. Terbanyak, rekap berita pendidikan yang menulis penguatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai pengiriman beasiswa ke luar negeri dengan delapan berita.  
Februari pekan ketiga. Banyak kalangan menilai pariwisata NTB sedang dalam kondisi tidak baik. Menteri Arief Yahya juga mengakui geliat pariwisata NTB khususnya pasca bencana gempa harus dibangkitkan kembali. Faktor lainnya adalah harga tiket dan bagasi berbayar oleh maskapai menyebabkan kian menurunnya kunjungan wisatawan ke NTB. Namun demikian, perhelatan nasional event Bau Nyale yang juga digelar pada pekan ketiga Februari ikut menyumbang isu utama soal pariwisata yang dirilis media cetak maupun online.

Beberapa berita pariwisata yang dimuat tak hanya menulis tentang dampak kenaikan harga tiket pesawat dan mahalnya bagasi berbayar namun juga mengkritik kunjungan event Bau Nyale yang tak seramai tahun sebelumnya. Sebabnya, mulai dari sosialisasi hingga konsep acara. Secara umum rencana pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan ekonomi khusus Mandalika ikut menyumbang isu tentang pembangunan KEK Mandalika khususnya pariwisata NTB. 

Isu lain adalah rekrutmen Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K) yang banyak menuai keluhan dari masyarakat maupun pemerintah kabupaten/ kota akibat kebijakan yang dinilai tak cukup waktu maupun anggaran untuk menyelenggarakannya. Berita menarik lain adalah kritik untuk pemerintah kota yang baru saja membangun monument perbatasan berbentuk Tembolak di jalur bypass. Monumen ini dinilai belum menyertakan keamanan yang cukup bagi warga yang ingin melihat. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan