logoblog

Cari

Guru, Cegah Kebodohan Dunia Akhirat

Guru, Cegah Kebodohan Dunia Akhirat

Semua kita pasti sadar dan ingat bahwa bagaimana kita waktu baru pertama masuk Sekolah Dasar (SD). Kita yang lugu dan tidak

Rupa-Rupa

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
25 November, 2018 16:18:53
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 15368 Kali

Semua kita pasti sadar dan ingat bahwa bagaimana kita waktu baru pertama masuk Sekolah Dasar (SD). Kita yang lugu dan tidak tahu apa-apa itu mulai diperkenalkan dengan yang namanya dunia Sekolah. Disitu juga kita bertemu dengan orang selain keluarga dan orang tua kita yang ada dirumah.

Orang tua dan keluarga sepenuhnya menyerahkan kita kepada orang tua baru yang dinamakan Guru. Dari situlah Guru mulai mengajak kita untuk berbicara dan berintraksi, mulai dari perkenalan, dan mulai mengenal beberapa huruf-huruf dan angka-angka.

Bagaimana tidak dulu kita tidak tahu menahu soal apa-apa, tapi seorang guru dengan kuat dan gigih untuk terus mengajari kita sampai kita sudah mulai mengenal yang namanya huruf-huruf dan angka-angka.

Ternyata tidak sampai disitu saja, dari kelas satu SD hingga naik kelas ke kelas dua pun kita masih belum bisa terlalu mengenal huruf-huruf dan angka-angka. Tapi guru tetap dengan semangat untuj mengajari kita sampai kita bisa menyebutnya dan membacanya dengan cepat.

Tamat SD pun kita masih tidak bisa lepas dari bimbingan seorang guru, kita masuk lagi Sekolah yang dinamakan SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTS. Kita kembali lagi bertemu dengan yang namanya guru, guru kembali dengan ulet dan gigih mengajari kita hingga kita dikatakan bisa dan tamat Sekolah Menengah pertama.

Setelah itu kita lalui lagi yang namanya SMA dimana masa-masa ini kita sebagai siswa masih labil, atau baru beranjak dewasa. Bagaimana nakalnya kita, malasnya kita dan juga susah untuk dikasih tahu. Tapi yang namanya guru masih tetap saja semangat dan terus berusaha untuk mengajari kita hingga kita dikatakan tamat dan lulus ujian.

Coba kita bayangkan Bagaiaman perjuangan dan jerih payah yang namanya guru, bagaimana usaha yang guru kita lakukan untuk bagaimana siswanya bisa pintar dan lulus dari sekolahnya. Tidak pernah terbayangkan bagaimana dia belajar dirumah pada malam harinya  untuk mempersiapkan materi ajarannya untuk kita di pagi harinya.

Belum lagi dia mengurus keluarganya, anak-anaknya dan juga urusan lain. Tapi dengan giginya dia selalu tegar dihadapan murid-muridnya ketika dia sudah mulai mengajar didalam kelas. Sehingga saya katakan bahwa gurulah yang mencegah kebodohan itu.

Tanpa seorang guru, apa jadinya seorang Presiden, apa jadinya seorang Gubernur, dan Bupati, Camat, Kepala Desa hingga RT. Bagaimana dia bisa mengenal dan memberantas kebodohan kalau saja tidak ada yang namanya guru. Guru ternyata mampu menciptakan seorang Presiden, seoranf Gubernur, Bupati, Camat hingga RT. Guru juga mampu membuat orang tidak pernah mengenal apa-apa menjadi orang bisa mengenal dan tahu itu apa-apa.

Jasa seorang guru tidak bisa ditukar dengan apa saja yang ada di dunia. Jasa guru mampu memberantas kebodohan dan kekolotan yang ada. Apa jadinya jika tidak ada yang namanya guru, mampukah orang tua mengajari anaknya setiap hari, setiap jam, mampukah? Saya katakan tidak mampu. Hanya gurulah yang mampu melalukan itu semua. Hanya guru yang memiliki keahlian dalam mendidik dan memberantas kebodohan. Magister lahir karena jasa guru, Doktor-doktor lahir karena jasa guru, Profesor-Profesor lahir juga karena jasa guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan