logoblog

Cari

Tutup Iklan

Serpihan Surga Yang Tersisa

Serpihan Surga Yang Tersisa

Pulau elok yang memiliki ratusan potensi destinasi pariwisata telah tersohor hingga seluruh penjuru dunia kini sedang dirundung duka. Tertanggal 29 Juli

Rupa-Rupa

Dwi Mayrisa
Oleh Dwi Mayrisa
16 November, 2018 17:35:06
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1802 Kali

Pulau elok yang memiliki ratusan potensi destinasi pariwisata telah tersohor hingga seluruh penjuru dunia kini sedang dirundung duka. Tertanggal 29 Juli 2018, mimpi buruk yang tidak pernah diharapkan setiap warga menjadi nyata. Tak disangka gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7.0 berhasil memporak-porandakan setengah wilayah dan pemukiman penduduk Gumi Lombok untuk pertama kalinya setelah bertandang setengah abad lamanya. Sontak penduduk pulau kecil di bagian tengah wilayah Indonesia ini panik luar biasa. Ratusan keluarga terkena dampak berat dari bencana gempa bumi ini baik secara psikis, fisik maupun mental. Bencana menguji segala keistimewaan pulau Dewi Anjani. Serangkaian gempa bumi yang terjadi menyisakan kepedihan bagi korban terdampak dan pegiat bisnis yang usahanya juga ikut terdampak. Langit hitam menyelimuti Pulau Seribu Masjid di tengah duka para korban terdampak yang kehilangan sanak saudara – saudari tercinta. Surga bagi mereka.

Namun kepanikan tidak hanya dialami oleh masyarakat Lombok semata, para tamu asing yang sedang menghabiskan waktu liburan di berbagai pelosok destinasi wisata pulau Lombok turut merasakan dampak bencana gempa bumi. Banyak dari mereka yang berhasil menyelamatkan diri tetapi diantaranya justru terjebak di gili – gili yang terkenal dengan pemandangan surga bawah laut yang berada di kabupaten Lombok Utara. Untungnya, berkat kerjasama pemerintah daerah, berbagai institusi dan lapisan masyarakat, semua penduduk lokal dan turis asing yang terjebak berhasil dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Dimana ketiga gili tersebut merupakan salah satu daerah terdekat dengan titik episenter gempa bumi. Beberapa turis asing yang berada di wilayah terdampak memutuskan untuk check out massal karena dilanda rasa panik dan tidak nyaman dengan situasi yang mencekam kala itu. Para pebisnis yang bergerak di bidang pariwisata mengalami keterpurukan.  Lalu, bagaimana nasib surga pariwisata pulau Lombok pasca dirundung bencana?

Beberapa minggu kelam berlalu, semua sektor industri seakan mulai meraba pasarnya untuk berupaya bangkit kembali terutama di bidang pariwisata. Bagi warga Lombok Utara, pariwisata menjadi tulang punggung penggerak ekonomi yang membantu kehidupan masyarakat setempat. Berbagai potensi destinasi pariwisata paling populer dapat ditemukan di kabupaten Lombok Utara mulai dari Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Pantai Sira, Pantai Tebing, Air Terjun Sendang Gile dan Gunung Rinjani yang menawarkan pemandangan surgawi. Sayangnya, pengunjung ragu untuk menapakkan kaki di pulau sejuta potensi pariwisata ini karena ribuan gempa susulan berskala kecil kerap terjadi. Merupakan PR bersama bagi pemerintah bersama masyarakat serta anak – anak muda yang peduli dengan nasib pariwisata pulau Lombok untuk terus meyakinkan calon pengunjung bahwa Lombok tetap aman untuk dikunjungi melalui kampanye sosial media.

Kini masyarakat Lombok mulai berbenah diri bergotong royong membersihkan puing – puing reruntuhan bangunan yang rusak secara mandiri. Dukungan lembaga, komunitas, kelompok masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia terus berdatangan memenuhi lapangan luas tempat dimana warga berkumpul membangun camp pengungsian sementara di Pemenang kabupaten Lombok Utara dan berbagai wilayah lain yg terdampak. Ratusan personil abdi negara diterjunkan guna membantu menyalurkan bantuan di daerah yang terisolir serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Tak ketinggalan turis asing yang stay pun turut campur menjadi relawan dalam rangka misi kemanusiaan. Pemerintah mulai mencanangkan tahap rehabilitasi  dan rekonstruksi bagi rumah tiap warga negara yang terdampak bencana gempa bumi.

 

Baca Juga :


 Geliat perekonomian warga Pemenang Lombok Utara perlahan – lahan berangsur pulih kembali. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai memberanikan diri untuk membuka peluang usaha seperti menjadi porter, tour guide, dan travel agent layaknya sedia kala. Satu per satu bis darmawisata mulai lalu – lalang di sekitar kawasan Jalan Raya Senggigi menuju Pemenang. Beberapa diantaranya terlihat memenuhi lesehan yang menyajikan menu makanan khas Lombok. Hari demi hari para wisatawan asing mulai ramai mendatangi Pelabuhan Bangsal guna membeli tiket kapal menuju gili – gili dengan pemandangan surga bawah laut. Meski Gili Trawangan, Gili Meno , Gili Air dan tempat wisata lain yang terdampak bencana banyak mengalami perubahan pasca gempa, namun serpihan surga yang tersisa tetap mempunyai tempat di hati para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bisa dinikmati.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan