logoblog

Cari

Tutup Iklan

Uts Tepi Pantai

Uts Tepi Pantai

Kampus, Mahasiswa, pembelajaran dan Kuliah. Keempat hal ini tidak akan lepas dari sekolah perguruan tinggi. Menciptakan dan memperjuangkan cita-cita masa depan.

Rupa-Rupa

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
13 November, 2018 15:51:20
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 816 Kali

Kampus, Mahasiswa, pembelajaran dan Kuliah. Keempat hal ini tidak akan lepas dari sekolah perguruan tinggi. Menciptakan dan memperjuangkan cita-cita masa depan. Di masing masing kampus berbeda cara pembelajaran. Namun tetep akan menciptakan serjana muda tiap tahunnya.

2 bulan sudah mulai proses belajar mengajar, dan akan ada Ujian Tengah Semester untuk mengetahui kualitas mahasiswanya, apakah setengah semester ini baik atau buruk. Ujian Tengah Semester (UTS) dilakukan bermacam macam, ada yang menggunakan tulisan ada juga yang menggunakan lisan. Nah kali ini cukup berbeda dari yang lain, meskipun sama caranya yaitu menggunakan UTS secara tulis namun tempat yang membuatnya berbeda. Biasanya ujian di kelas nah ini ujian di bawah langit diatas tanah tanpa alas sedikitpun.

UIN Mataram jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sedang melakukan UTS (Ujian Tengah Semester). Cara ujian yang berbeda, tempatnya di tepi Pantai. Pada saat itu ujiannya dengan mata kuliah Bahasa Indonesia.

Minggu, 11 November ada yang menarik bagi kami termasuk saya. Karena ini UTS makaknya ada yang menarik. Karena biasanya Ujian di kelas, nah malah ini ujian di tepi pantai. Saya pun belum paham kenapa bisa kita ujian di tepi pantai. Karena juga kita bisa melihat di setiap hal yang dikerjakan pasti ada sisi fositif maupun negativnya.

Melihat sisi positif ujian di tepi pantai yaitu supaya otak dan pikiran fress dan tenang. Kita bisa lebih mudah menjawab soal dengan baik. Seperti yang di bilang Dosen, kenapa kita UTS di tepi pantai, ujar mahasiswa. “karena kita bisa memahami arti dari pejelasan, Mampu menjawab dengan baik, lebih bebas waktunya yang diberikan, sambil menghilangkan beban pikiran setelah seminggu belajar di dalam kelas, dan tidak terjerat waktu kapan mau mulai mengerjakan atau selesainya mengerjakan”, Jawabnya.

 

Baca Juga :


Namun jika kita melihat sisi negatifnya, ada beberapa hal yang kita temui. Yang pertama adalah melebihi waktu pembelajaran. Maksudnya adalah di dalam proses pembelajaran kita hanya diberikan waktu 6 hari dalam satu minggu, nah ini minggu pun tetep dalam perkuliahan. Yang kedua yaitu menghilangkan waktu bersama keluarga. Minggu menjadi hari free bagi semua anak pelajar ataupun mahasiswa, tapi ini dituntut untuk mengikuti ujian tengah semester, jadi waktu bersama keluarga di undur kembali minggu depan. Dan yang terakhir sisi negatifnya adalah kurang focus dalam proses belajar mengajar. Jika kita melihat sisi negative yang terakhir ini memang sudah sering kita temui. Karena di tepi pantai banyak yang kita kerjakan banyak juga kita lihat. Makaknya sisi negatife yang terakhir ini harus di lawan dengan baik. Karena bisa merusak pola pikir pada saat menjawab soal.

Dari beberapa sisi positif dan ngative tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa tidak selamanya ujian di tepi pantai itu baik dan tidak juga buruk. Kita ambil fositifnya aja supaya lebih menarik dalam melakukan segalanya.

UTS di tepi pantai membuat saya tertarik untuk di jadikan tulisan, karena saya sendiri juga ikut melakukan ujian ini. Ada hal menarik menurut saya yang bisa memotivasi diri saya sendiri bahwa tidak selamanya proses pembelajaran itu baik didalam kelas, diluar kelaspun bisa banyak hal yang bisa dilakukan. UTS di tepi pantai juga memberikan banyak moment ketika tidak saling kenal menjadi saling kenal. Nah inilah sedikit pengalaman UTS di tepi pantai. Jadi jika kalian adalah Dosen maupun guru bisa di tes cara ini. Bisa jadi ada pengalaman pelajar atau mahasiswanya anda setelah melakukan ujian di tepi pantai ini.



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan