logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kreasi Buah Tangan Dari Sampah

Kreasi Buah Tangan Dari Sampah

Sumbawa Barat. Diskominfo - Dalam Kegiatan Clean Up Day yang diadakan di Pantai Pasir Putih, Jumat (9/11). Masyarakat desa Pasir Putih

Rupa-Rupa

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
09 November, 2018 20:48:57
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 340 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo - Dalam Kegiatan Clean Up Day yang diadakan di Pantai Pasir Putih, Jumat (9/11). Masyarakat desa Pasir Putih ingin menjadikan pantai tersebut menjadi pantai yang bebas dari sampah, sehingga keindahannya terjaga dan akan menumbuhkan minat bagi wisatawan untuk berkunjung.

Selain diikuti siswa –siswi SD dan SMP, serta ratusan ASN Pemda KSB, dalam Clean Up day tersebut diikuti juga oleh salah satu organisasi pemuda yakni pemuda Kreatif Gotong Royong yang dibentuk oleh masyarakat desa Pasir Putih tahun 2017 lalu. Agar niat masyarakat untuk memajukan pariwisata dapat dicapai, Organisasi Pemuda Kreatif Gotong Royong (PKGR) didukung oleh pemerintah desa Pasir Putih rutin melakukan gotong royong membersihkan pantai.

Ketua Karang Taruna Saling Gayong Desa Pasir Putih, Kamaluddin (Bang Owet) yang ditemui di acara Clean Up Day mengatakan, semangat para pemuda PKGR terlihat saat organisasi ini rutin melakukan giat gotong royong dan mengolah barang bekas menjadi barang yang berguna.

“Kami dari karang taruna desa pasir Putih bersama PKGR rutin melakukan gotong royong bersih-bersih pantai, tak jarang Giat tersebut didukung juga oleh TNI dan polri, sehingga kami merasa terbantu dan merasa aman”. Tutur Bang Owet.

Selain rutin melakukan gotong royong, PKGR juga aktif dalam memanfaatkan sampah menjadi bahan yang bisa diolah dan dijual kembali, contohnya saja botol dan gelas plastik bekas yang dibuang oleh pengunjung di pantai tersebut dimanfaatkan untuk membuat bunga, bingkai dan berbagai macam kerajinan tangan.

Barang-barang yang sudah dibuat menjadi kerajinan dipromosikan dan dijual kembali kepada masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Maluk, bahkan menjadi buah tangan bagi para turism lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pantai tersebut. Selain botol, PKGR juga memiliki beberapa seni ukir yang juga dijual dengan harga yang tidak terlalu mahal.

 

Baca Juga :


“Untuk satu kerajinan tangan seperti bunga dan bingkai plastik dihargai dengan Rp20 ribu hingga Rp50 ribu sedangkan untuk seni ukir harganya bervariasi dari Rp100 ribu sampai dengan Rp500 ribu tergantung ukuran dan jenis ukirannya”. Tambah Bang Owet.

Tak hanya dipromosikan di Kecamatan Maluk saja, produk-produk kerajinan tersebut juga pernah dipamerkan di beberapa event kabupaten seperti pameran tingkat kabupaten dan peringatan Hari Lahir kabupaten Sumbawa Barat.

Bang Owet berharap kepada pemerintah agar menyediakan lokasi khusus untuk mempromosikan produk-produk dari para pemuda kreatif ini. “Kami berharap kepada pemerintah agar membantu dalam hal promosi dan pemasaran, sehingga kerajinan dan pariwisata di Maluk lebih maju”. Harapnya. (Feryal/tifa)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan