logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tugas Semua Pihak Mencegah Pernikahan Dini

Tugas Semua Pihak Mencegah Pernikahan Dini

Pernikahan dini dikalanagn remaja menjadi persoalan tersendiri di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Oleh sebab itu peran serrta semua pihak, baik

Rupa-Rupa

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
22 Oktober, 2018 19:40:21
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1581 Kali

Pernikahan dini dikalanagn remaja menjadi persoalan tersendiri di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Oleh sebab itu peran serrta semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi mencegah budaya Merarik Kodek ini.

Ini salahsatu poin yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, saat acara pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, masa bhakti tahun 2018-2023, menggantikan Ny. Hj. Supinah Ali BD yang berakhir masa baktinya pada tahun 2018, Senin (22/10/2018).   

“Perlu sosialisasi yang maksimal tentang pemahaman usia pernikahan dini bagi anak-anak dibawah umur dan remaja kita, sehingga mereka setidaknya menghindari menikah dalam usia yang masih belia,” jelas Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc.

Disamping sosialisasi, peran serta orang tua dan keluarga yang menjadi orang terdekat remaja dan anak usia belia ini, pengaruh lingkungan menjadi salahsatu penyebab pernikahan dini ini. Maka lingkungan disekitar harus mengkampanyekan agar menghindari pernikahan dibawah umur.

"NTB mendapati posisi kedua terbawah dari  seluruh provinsi se- Indonesia dalam aspek ketahanan keluarga, hal ini salahsatu penyebabnya adalah budaya Merarik Kodek yang ada di masyarakat kita, yang menjadi cikal bakal dari  masalah social, nah ini tugas kita Bersama memberikan  pemahaman kepada remaja yang berniat melakukan pernikahan,”kata istri Gubernur Zulkieflimansyah.

Hj. Niken Saptarini Widyawati juga menyoroti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi tempat awal mendidik anak-anak. Perkembangan anak kedepan tergantung dasar Pendidikan sejak usia dini. Hal ini sangat penting untuk terus ditingkatkan peran serta dan eksistensinya dalam Pendidikan.

 

Baca Juga :


Bulan November terdapat agenda pembinaan PAUD dan terdapat 7 desa di Kabupaten Lombok Timur yang menjadi  pilot projects untuk menjadi PAUD Holistik Terintegratif  (PAUD-HI). Paud holistik integratif merupakan PAUD yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.

Paud holistik integratif juga tidak hanya dalam satu bidang pendidikan saja, akan tetapi pelayanan yang mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pola pengasuhan dan perlindungan untuk anak.

“Nanti pada bulan November ada agenda pembinaan PAUD, ada 7 desa di Kabupaten Lombok Timur yang menjadi  pilot projects untuk menjadi PAUD Holistik Terintegratif diantaranya Desa Kembang Kerang Daye Aikmel, Desa Labuhan Haji, Desa Pejanggik Utara , Desa Montong Gading, Desa Rensing, dan Desa Gereneng,” kata Hj. Niken Saptarini.

Ibu Gubernur dan rombongan TP PKK Provinsi NTB sempat mengunjungi  PAUD "Buaq Ate" di Dusun Aik Empok, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, untuk memberikan sejumlah bantuan alat peraga. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan