logoblog

Cari

Tutup Iklan

Indahnya Bunga Gemitir Dasan Tapen

Indahnya Bunga Gemitir Dasan Tapen

Hamparan bunga berwarna kuning memanjakan mata. Tepatnya di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, ladang Bunga Gemitir dengan keindahan warna

Rupa-Rupa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
24 September, 2018 14:17:18
Rupa-Rupa
Komentar: 6
Dibaca: 5389 Kali

Hamparan bunga berwarna kuning memanjakan mata. Tepatnya di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, ladang Bunga Gemitir dengan keindahan warna kuning ramai dikunjungi. Sebenarnya kawasan ini bukan tempat umum, namun pemilik ladang memperbolehkan bagi siapa saja yang akan menikmati keindahan budi daya bunga itu sembari berpoto.

Bunga Gemitir merupakan salah satu bunga suci bagi Ummat Hindu. Atas kesuciannya, bunga ini menjadi salah satu unsur pokok dalam menjalankan ibadah.

“Pada awalnya, Ummat Hindu-Bali yang ada di Lombok hanya memperoleh bunga gemitir di halaman rumah atau di pot bunga. Namun seiring dengan perkembangan waktu jumlah kebutuhan tidak seimbang lagi dengan persediaan. Olehnya itu, beberapa orang yang sengaja melakukan budi daya bunga, yang dihususkan untuk di pakai sembahyang,” ujar Nengan Diur, selaku petugas kebun bunga di Dasan Tapen, Lombok Barat.

Berdasarkan pemantauan, ladang bunga yang ada di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat bukan hanya membudi-dayakan bunga gemitir. Ragam bunga yang dapat ditemukan di tempat ini, yaitu bunga yang baik dipakai sembahyang.

Made Menre (50 th), salah seorang pemilik ladang bunga di Dasan Tapen mengatakan,”kami banyak menanam bunga di petakan sawah, namun husus yang akan dipakai sembahyang. Di sini kami nanam bunga kembang atau bunga sekar. Selain itu, kami juga nanam bunga yang baunya harum seperti bunga kenanga atau teleng, “ ujarnya.

Ragam bunga lain yang ada di Dasan Tapen juga disampaikan oleh Nengah Diur. “Untuk persembahan kepada Dewa Brahma kami nanam bunga bunga mawar merah, teratai biru, bunga soka, kenyeri, kembang kertas merah. Untuk Dewa Iswara, yaitu bunga terati putih, jepun atau kamboja petak (putih), cempaka putih. Sedangkan bunga teratai kuning, cempaka kuning, kembang kuning atau alamanda adalah untuk Dewa Maha Dewa,” ujarnya.

Selain itu, ragam bunga yang dibudi-dayakan di Desa Tepen oleh Made Menre  tidaklah mekar secara bersamaan, melainkan secara berentetan. “Bunga yang ditanam di sini emang kami sudah rancang waktu panennya. Karena kami juga sesuaikan dengan waktu penyembahan dan juga hari-hari raya untuk agama Hindu,” ujar Nengah Diur yang juga menceritakan kalau penghasilannya sebagai petugas kebun bunga adalah 70.000 rupiah perhari.

Namun bagi pengunjung yang ingin membawa pulang Bunga Mekar Gemitir yang ada di Dasan Tapen ini diperbolehkan asalkan membayar langsung pada petugas. Harga Bunga Gemitir perkilo yaitu 20.000 rupiah. []

 

Baca Juga :


 

 

               

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

6 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    27 September, 2018

    warna kuning lambang rasa hormat....


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    27 September, 2018

    bunga kuning bunga suci


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    27 September, 2018

    bunga gemitur bagus dibudidayakan di tempat wisata seperti sembalun


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    27 September, 2018

    bunga gemitur bagus dibudidayakan di tempat wisata seperti sembalun


  • KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    24 September, 2018

    Mantab... Usaha Budidaya Tanaman Hias, khususnya Bunga Gumitir memang lagi buming. Saat ini, Bunga Gumitir juga di dibudidayakan oleh seorang petani di Batu Cangku Desa Sapit dan menurut keterangan petaninya, usaha budidaya Bunga Gumitir tersebut cukup baik untuk peningkatan ekonomix. Semangat dan teruslah menyampaikan informasi bermanfaat meski satu kalimat. Salam dari Kampung.


    1. KM JONG CELEBES

      KM JONG CELEBES

      25 September, 2018

      terimah kasih....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan