logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tenda Pengungsian Diatas Sungai Dan Lahan Pekuburan

Tenda Pengungsian Diatas Sungai Dan Lahan Pekuburan

(12/9/2018): Tidak seperti tenda pengungsi lainnya yang berada di tanah lapang atau di halaman pekarangan rumah, namun tenda-tenda ini berada di

Rupa-Rupa

Kampung Media Karaya
Oleh Kampung Media Karaya
12 September, 2018 14:20:25
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 1173 Kali

(12/9/2018): Tidak seperti tenda pengungsi lainnya yang berada di tanah lapang atau di halaman pekarangan rumah, namun tenda-tenda ini berada di atas sungai bahkan hampir setengah badan sungai dipakai untuk membuat tenda pengungsian oleh ratusan warga yang ada di Presak Timur Kelurahan Pagutan Kota Mataram. Sekitar 11 tenda berada di atas sungai ini dan masing-masing satu tenda dihuni oleh 3 sampai 4 KK. Belum lagi puluhan tenda yang berada di lahan pekuburan presak timur ini masing-masing tenda di huni sekitar 4 sampai 5 KK.

Salah seorang ibu yang sudah lanjut usia Husna menuturkan setelah terjadi gempa skala 6,4 SR sejak tanggal 29 juli ditambah gempa susulan skala 7,0 SR tanggal 5 agustus lalu bahkan sampai hari jumat malam kemarin terjadi gempa susulan dengan skala 5,3 SR membuat dirinya bersama warga lainnya hingga kini masih takut dan khawatir akan terjadi gempa susulan lagi. Kondisi keadaan yang belum nyaman dan tenang ini membuatnya tetap bertahan di tenda pengungsian yang tidak jauh dari rumahnya.

“Waktu gempa pertama saya bersama warga lainnya membuat tenda di lahan pekuburan, naah waktu itu sempat tenang, ada himbauan dari pemerintah dan anak-anak mulai masuk sekolah, saya sempat balik kerumah selama 3 malam tidur dirumah, namun karna ada gempa lagi maka saya buat tenda di atas sungai ini, maklum saya tidak punya pekarangan. Dan dari pihak kepala lingkungan mengizinkan membuat tenda sampai keadaan betul-betul aman ”. Cerita Husna

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Tohri salah seorang warga yang berprofesi sebagai buruh kayu, Tohri menuturkan sampai saat ini belum berani tidur didalam rumah menginggat gempa susulan masih saja terjadi. Tenda yang berada di atas sungai ini berada didepan rumahnya dan diisi oleh 3 KK.

“ sampai sekarang saya belum berani tidur didalam rumah. Mungkin saya tidur ditenda sampai 6 bulan kedepan , intinya sampai betul-betul aman.Kalau masalah pekerjaan, sekarang masih sepi tapi ada saja satu dua yang nyuruh kerja”. Akui Tohri

 

Baca Juga :


Tohri mengatakan Saat ini warga yang berada ditenda pengungsian berharap adanya bantuan tenda yang lebih besar pasalnya tenda yang pernah diterima ukurannya relative kecil. Selain tenda, warga juga berharap adanya sembako, walaupun beberapa waktu lalu pernah mereka terima bantuan sambako masing-masing 2 sampai 3 bungkus mie per KK itupun donator dari warga yang masih ada rasa empati kepada mereka yang ada dipengungsian.

Puluhan tenda ini berada diatas sungai, tiang-tiang menancap kedasar sungai yang sangat dangkal. Saat ini memang aliran sungai cukup tenang dan jernih membuat warga yang tidur ditenda masih merasa nyaman. Dikhawatirkan jika masuk musim penghujan air sungai akan meluap dan sampah-sampah pasti akan nyangkut di tiang-tiang tenda pengungsi, al hasil air sungaipun akan meluap dan masuk kepermukiman warga, belum lagi dikawatirkan jika terjadi luapan air sungai maka tenda yang berada di atas sungai ini akan hanyut terbawa oleh derasnya air sungai. padahal walaupun tidak ada tenda, sungai yang berada di samping rumah warga ini setiap masuk musim penghujan setiap tahun pasti meluap. Mereka berharap adanya solusi dari pemerintah setempat bagaimana mengantisipasi jika terjadi luapan air sungai.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan