logoblog

Cari

Tutup Iklan

Awan Hitam Menjelang Gempa Susulan Lombok

Awan Hitam Menjelang Gempa Susulan Lombok

Pantai Ampenan adalah salah satu idola bagi kawula muda yang ada di Kota Mataram. Matahari senja dan keindahan langit di wilayah

Rupa-Rupa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
08 September, 2018 21:28:58
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 3978 Kali

Pantai Ampenan adalah salah satu idola bagi kawula muda yang ada di Kota Mataram. Matahari senja dan keindahan langit di wilayah barat adalah andalan utama pada pantai yang terletak di Kota Tua Ampenan Mataram. Namun pada hari Sabtu (4/8/2018), keindahan langit di wilayah barat tidak seperti biasanya. Segaris awan hitam gelap muncul di atas laut yang tak jauh dari Gunung Agung Pulau Bali, sehingga cahaya jingga yang biasanya mewarnai senja di pantai itu menjadi kelam. Sebagai orang awam, saya pun menganggap biasa saja.

Saya tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan alam untuk menterjemahkan kemuncula awan kelam yang melintas di wilayah langit barat pantai Ampenan. Akan tetapi, bila kita menghubungkan komentar Bob Marantika (Jurnalis kampung Media) lewat WA Group Kampung Media, “tanda alam jika di atas langit mengalami gelap gulita berwarna pekat, itu masih berpotensi gempa masih terjadi. Ini ilmu alam yang saya pelajari sejak gempa bumi di Bima tahun 2007”. Berarti ada kemungkinan awan hitam yang melintas itu merupakan pertanda kalau gempa susulan akan terjadi di Lombok pada hari Minggu  (5/8/2018) dan hari-hari lainnya.

Awan aneh yang bentuknya memanjang seperti asap yang keluar dari pesawat ini memiliki kepala yang mengarah ke wilayah Lombok Timur. Sementara ekornya mengarah ke barat laut.

Seorang ilmuwan India, Varahamihira (505 -587) dalam bab 32 dari karyanya Brihat Samhita membahas beberapa tanda-tanda peringantan akan adanya gempa bumi,misalnya: kelakuan binatang-binatang yangtidak seperti biasanya, pengaruh astrologi,pergerakan bawah air tanah dan formasi awan yang aneh, yang muncul seminggu sebelum terjadinya gempa bumi.  

Sejak tahun 1990, seorang pensiunan ahli kimia di Kalifornia, Zhonghao Shou, telah membuat lusinan prakiraan gempa bumi berdasarkan pola-pola awan hasil pencitraan oleh satelit. Tekanan dan gesekan dari tanah dapat menguapkan air jauh sebelum gempa bumi terjadi, pendapat

 

Baca Juga :


Shou, dan awan yang terbentuk akibat mekanisme ini memiliki bentuk yang amat berbeda dengan awan-awan pada umumnya. Shou mengungkapkan, dari 36 awan yang diteliti, 29 terbukti menjadi awal pertanda gempa. Prediksinya yang paling terkenal adalah ketika dia mengamati awan berbentuk garis memanjang dengan ekor mengarah ke Barat Laut.

Beberapa hari sebelum terjadinya peristiwa gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter di Tenggara Sinabang, Nanggroe Aceh Darusalam, Rabu (7/4/2010), sejumlah warga di kawasan Vila Dago Tol, Tangerang Selatan, jauh-jauh hari sudah memprediksikan bakal akan ada bencana alam di negeri ini.

Dugaan bakal akan ada bencana alam itu diperkuat dengan munculnya awan aneh yang terlihat di atas Kota Tangerang. Awan memanjang yang biasa disebut awan gempa itu sempat diprotret Tribunnews, tanggal 1 April 2010 siang. Selain itu, awan gempa pernah terlihat sebelum gempa besar melanda Kobe, Jepang, 17 Januari 1995. Demikian juga dengan awan yang serupa, pernah terlihat oleh warga Bantul sebelum gempa yang meluntuhlantakkan Yogyakarta dan Jateng. Saat itu, awan tersebut muncul Rabu (12/7/2006) tengah malam, terlihat jelas karena langit sedang terang bulan. []



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan