logoblog

Cari

Mereka Ingin Segera Pulang

Mereka Ingin Segera Pulang

Giri Menang – KM. Sudah hampir sebulan, ratusan ribu warga Lombok Barat (Lobar) mendiami pengungsian. Mereka pun sudah letih dan ingin

Rupa-Rupa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
04 September, 2018 12:28:43
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 4760 Kali

Giri Menang – KM. Sudah hampir sebulan, ratusan ribu warga Lombok Barat (Lobar) mendiami pengungsian. Mereka pun sudah letih dan ingin kembali hidup normal.

Karmin (40), seorang warga Dusun Kekait II, Desa Kekait Kacamatan Gunung Sari mengaku, ingin berdiam walau memakai terpal di tanah rumahnya sendiri.

"Kami ingin segera kembali ke lokasi rumah kami. Di sini pun kami meminjam tanah kebun milik orang lain (untuk mengungsi, red)," tuturnya sedih Selasa (4/9) pagi tadi.

Karmin beserta 150an Kepala Keluarga (KK) di RT 1, ingin segera membersihkan puing-puing rumah mereka, namun karena jumlahnya yang banyak, penuh debu, dan biaya angkut yang mahal membuat mereka urung melakukannya secara mandiri.

"Sulit bagi kami melakukannya secara manual, karena volume puing-puing yang banyak," tuturnya.

Para pengungsi di Dusun itu, ingin segera kembali bekerja, menjalani hidup secara normal. Mereka ingin bekerja dan segera pulih dari trauma gempa. Ada beberapa warga yang sudah membersihkan puing rumahnya, kini terhadang biaya angkut dari lokasi ke tempat pembuangan.

"Sekali angkut dump truck, harus berbiaya dua ratusan ribu rupiah. Saya tidak mampu kalau harus mengeluarkan biaya yang besar," tambah Karmin memperkirakan sampah puing rumahnya saja bisa lebih dari 15 dump. "Berapa biaya yang harus saya keluarkan hanya untuk angkutan," tanyanya getir.

Di kesempatan sebelumnya, menyikapi masalah pembersihan ini, Kepala Dinas PU-PR Lobar, Made Arthadana seperti melempar handuk. Dengan kondisi kerusakan yang massif, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Di samping karena tingkat penyebaran sampai ke pelosok-pelosok, keterbatasan alat berat membuat pihaknya tidak mampu bergerak cepat dan optimal.

 

Baca Juga :


"Bagaimana mau cepat, kita hanya punya satu eksavator, satu backhoe loader, dan satu dump truck," tutur Made beberapa waktu lalu.

Dia meminta, agar pihak swasta bisa membantu dalam penanganan masalah tersebut. Dengan keterbatasan alat berat, Made mengaku, sudah melakukan upaya sebisanya. Bahkan sudah melakukannya di banyak titik.

"Hari ini kami bergerak melakukan pembersihan di Desa Bengkaung. Kemarin kita di Desa Dopang," ujarnya dikonfirmasi via telpon.

Untuk diketahui, kerusakan di Lobar akibat gempa mencakup 57.614 rumah, 108 tempat ibadah, 84 fasilitas kesehatan, 294 sekolah dan madrasah, serta jembatan dan toko/kios.

Untuk rumah, kata Made, pihaknya sudah memverifikasi 40,3% dari seluruh rumah yang rusak.

Totalnya per hari sampai hari senin kemaren menvapai 23.242 unit rumah. 12.880 kategori rusak ringan, 4.797 rusak sedang, dan 5.568 unit rusak berat.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan