logoblog

Cari

Tutup Iklan

Doa Untuk Lombok Bangkit

Doa Untuk Lombok Bangkit

Opening Ceremony Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2018 berlangsung khidmat dengan diadakannya doa dan tausiyah bersama untuk lombok bangkit yang berlangsung

Rupa-Rupa

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
20 Agustus, 2018 09:33:54
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 10489 Kali

Opening Ceremony Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2018 berlangsung khidmat dengan diadakannya doa dan tausiyah bersama untuk lombok bangkit yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Provinsi NTB, sabtu (18/8).

BPLS merupakan salah satu agenda tahunan sebagai salah satu upaya melestarikan khasanah seni dan budaya yang ada di NTB. Acara ini dihadiri oleh wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTB, pelaku pariwisata, serta para relawan.

Sambutan yang dipersembahkan oleh wakil gubernur Provinsi NTB H. Muh. Amin, S.H, M.Si mengapresiasi agenda tahunan Dinas Pariwisata yakni BPLS untuk Lombok agar bangkit dari musibah yang telah menimpa warga Lombok.

“agenda ini telah direncanakan jauh dari sebelum musibah yang kita alami, event ini akan berdampak positif kepada tamu - tamu kita para wisatawan melihat kegiatan kita, tentu mereka akan menambah keyakinan kita, dan wisatawan mulai berdatangan, dengan adanya event ini kita mulai bangkit dari musibah yang telah menimpa kita” jelasnya. 

Harapan Wakil Gubernur Prov. NTB  terhadap nilai kunjungan wisatawan yang datang ke lombok dapat menempuh 4 juta angka wisatawan untuk tahun 2018 dan pada tahun 2017 telah tercapai 3,5 juta angka wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

“Terima Kasih dari Kementrian pariwisata yang terus menerus memberikan kami dorongan motivasi, berbagai sumber daya dari pusat trus diarahkan kepada NTB, yang ini kita harapkan terus berkesinambungan” tuturnya

Persembahan doa dan tausiyah untuk Lombok Bangkit oleh ustadz Jufri Sahati menyampaikan mengenai musibah yang terjadi pada manusia.

 

Baca Juga :


“Apapun yang terjadi pada diri kita itu disebut musibah, baik musibah jelek maupun musibah baik. Musibah itu apa yang menimpa kepada kita. Semua dari Allah maka akan kembali kepada Allah” jelasnya.

Selain itu ustadz Jufri Sahati memberikan penjelasan mengenai empat perkara yang harus dilakukan sebagai tabungan surga Allah Swt.  

Terdapat 4 perkara untuk tabungan memperoleh surga Allah Swt. Pertama samarkan sedekah yang telah dilakukan, kedua jangan menampilkan kesengsaraan hidup, ketiga lakukanlah silaturahim dan keempat mengucapkan kalimat lahaulawalakuatailabillah” jelasnya.

Selanjutnya diadakannya lelang lukisan dari karya anak bangsa yang hasilnya akan didonasikan untuk korban gempa bumi Lombok. Adapun kegiatan lelang  yang pertama dengan lukisan Mantra berjudul Sepasang  diperoleh oleh Bapak Wakil Gubernur Provinsi NTB H. Muh. Amin, S.H, M.Si, kemudian lukisan Lalu Syaukani dengan judul senandung rindu berhasil diperoleh oleh Direktur Rumah Sakit Provinsi NTB dr. H. L.Hamzi Fikri, MM dan lukisan sepasang ikan diperoleh oleh  Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc., P.hD.

Penutupan Opening Ceremony BPLS 2018 oleh Ebiet G Ade melantunkan beberapa lagu yang dipersembahkan untuk seluruh warga Lombok. Seluruh penonton terhipnotis dan ikut bernyanyi. (ely - Tim media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan