logoblog

Cari

Warga Pagutan Masih Bertahan Di Tenda Pengungsian

Warga Pagutan Masih Bertahan Di Tenda Pengungsian

Sejak terjadi gempa pada tanggal 5 agustus dengan kekuatan 6,4 SR yang disusul gemap dengan kekuatan 7,0 SR disusul gempa kekuatan

Rupa-Rupa

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
13 Agustus, 2018 20:54:14
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 17697 Kali

Sejak terjadi gempa pada tanggal 5 agustus dengan kekuatan 6,4 SR yang disusul gemap dengan kekuatan 7,0 SR disusul gempa kekuatan gempa yang berbeda menjadi masyarakat panik dan resah yang cukup bekepanjangan. Tak bisa dihindari , mau tidak mau ratusan bahkan ribuan warga mengungsi ketempat yang lebih aman menghindari bangunan rumah mereka yang suatu saat bisa roboh menimpa nya. Satu-satunya lokasi tempat mengungsi adalah tanah lapang atau dihalaman rumah yang luas bahkan di tempat-tempat sekolah maupun perkantran yang memiliki halaman luas.

Salah seorang pengungsi Laelatul Hasanah 48 tahun asal kampong karang buaya bersama keluarganya memilih tempat mengungi di salah satu SD di wilayah Kelurahan pagutan Timur Kota Mataram. SDN 32 Ampenan yang berada di pinggir jalan RM Panji Anom Pagutan Timur Kota Mataram ini memiliki halaman cukup luas sehingga menampung beberapa tenda pengungsian yang di diami oleh ratusan warga.

Laelatul Hasanah menuturkan Ia bersama keluarganya termasuk warga yang lainnya sudah berada sejak gempa pertama pada tanggal 5 agustus lalu, bahkan sampai sekarang masih tetap bertahan mengingat gempa susulan sering terjadi walaupun berskala kecil.

“Saya sama warga lain sangat khawatir pada saat gempa pertama. Awalnya gak mau ngungsi ke sdn ini, tapi karna gempa susulanterus terjadi yaa kita bersama tetangga langsung mendirikan tenda disini”. Tutur Laelatul saat pulang dari cakra membeli bahan makanan untuk sangu di pengungsian.

Ditambahkannya, tenda yang dirikan dari terbal modelnya bongkar pasang, pada sore hari tenda didirikan kemudian pagi harinya di bongkar namun ada beberapa tenda yang masih dibiarkan berdiri.

Terkait sampai kapan akan mendirikan tenda di SDN 32 ampenan Kata Laelatul, sampai menunggu pengumuman kondisi aman dari pemerintah walaupun pada hari senin siswa siswi SDN 32 sudah mulai masuk sejak instruksi dari pemerintah daerah yakni hari senin tanggal 13 agustus 2018.

 

Baca Juga :


Lain halnya dengan Ahmad Firman 52 tahun asal Kampung Karang Buaya, Ia memilih mengungsi di Lapangan Badminton Kantor Lurah Pagutan Barat. Firman bersama 5 Kepala Keluarga yang masih satu keluarga dengnnya berada dalam satu tenda besar dari terpal berwarna biru.

Saat ditemui ketika menimang cucu keduanya yang baru lahir, hal yang sama juga di katakan Firman, Ia berada di tenda pengungsian sejak gempa kedua yang cukup besar 7.0 SR. seluruh anggota keluarganya saat kejadian malam hari sangat kaget dan kabur keluar rumah apalagi saat itu lampu padam menambah keresahan dan ketakutan seluruh anggota keluarganya.

“Kita pada lari keluar saat gempa, besoknya kita minta izin ke pak lurah untuk dirikan tenda. Apalagi sy ada cucu yang masih kecil, Eee tambah takut saya. Semua keperluan masak kita bawa. Saya disini belum tahu sampai kapan, tapi masih nunggu pengumuman dari pemerintah, jika pemerintah bilang aman yaa kita pulang”. Katanya sambil mengajak bercanda cucunya yang tidur di depannya.

Kata Firman Ia bersama warga lainnya sejak berada di pengungsian pernah mendapatkan mie dan nasi bungkus dari Lurah Pagutan Timur dan beberapa donator lain. Ia berharap dan selalu berdoa agar gempa bumi ini segera berakhir mengingat sampai saat ini Ia belum berani meninggalkan keluarganya untuk bekerja kembali sebagai sopir taxi []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan