logoblog

Cari

Tutup Iklan

Siswadi, Santri Ponpes Al-Aziziyah yang Mengharumkan Nama Indonesia

Siswadi, Santri Ponpes Al-Aziziyah yang Mengharumkan Nama Indonesia

Siswadi merupakan salah satu alumni pondok pesantren Al-Zaziyah Gapek, Lombok Barat yang telah berhasil mengharumkan nama NTB di bidang tilawah Qur'an.

Rupa-Rupa

Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
09 Juni, 2018 01:22:38
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 14603 Kali

Siswadi merupakan salah satu alumni pondok pesantren Al-Zaziyah Gapek, Lombok Barat yang telah berhasil mengharumkan nama NTB di bidang tilawah Qur'an. Mengapa tidak, ia telah melang buana untuk mengikuti matalomba Hifdzil Qur’an. Ia telah mengikuti hifdzil qur’an empat kali di tingkat nasional, dan ia berhasil mendapat juara 1 di cabang hifdzil qur’an 1 juz. Yang lebih menariknya lagi, ia merupakan peserta yang tertinggi nilainya.

“Di Maluku tahun 2012, saya dapat juara 1 di cabang hifdzil qur'an 10 juz, sekaligus dapat nilai tertinggi dari seluruh peserta se Indonesia,” jelasnya

Selain di Maluku, ia jua berhasil mendapat juara harapan 3 di bidang hifdzil qur’an 20 juz.

“Di Batam tahu 2014 saya juara harapan 3 cabang 20 juz,” lanjutnya

Tidak hanya nama NTB yang berhasil ia harumkan, tapi Indonesia pun berhasil ia harumkan. Di tahun 2012, ia berhasil tampil pada taraf Internasional dalam rangka mengikuti matalomba Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) Internasional. Ia tampil bersama kurang lebih lima puluh negara di hadapan Raja Arab Saudi.

“Di sana saya tidak dapat juara, tapi kami langsung jadi tamu kehormatan Raja Arab Saudi dan berkesempatan membaca qur’an di podium Masjidil Harom, dan saya sangat bangga di situ,” ungkapnya saat dionfirmasi oleh tim media diskominfotik NTB, 7/06/2018.

Diajang internasional itu, setiap peserta diperbolehkan untuk mengikuti hanya satu kali.

"Pada saat itu, peserta hanya bisa mengikuti satu saja, dan tidak bisa ikut tahun berikutnya," lanjutnya.

 

Baca Juga :


Atas prestasi yang ia raih selama ia menjadi santri, kini ia dipercaya sebagai guru tahfiz qur’an di almamaternya. Ia berharap ada generasi (santri) yang mengikuti jejaknya, karena selama ini, hanya dia satu-satunya menjadi santri yang pernah go internasional.

"Alhamdullillah saya sebagai santri yang satu-satunya yang pernah go internasional berharap kedepan ada generasi (santri) yang go internasional,” harapnya

Menurutnya, jika ingin go internasional, maka tidak ada jalan lain kecuali harus bersungguh-sungguh. Ia mengibaratkan pepatah yang berbunyi “proses tidak akan menghianati hasul”, seperti itulah gambarannya selama ia menjadi santri.

"Dulu ketika saya mondok menghafal quran sampai kurang tidur dan kurang makan, sehingga jadi kurus dan bahkan kelopak mata saya agak hitam, saking sungguh-sungguh berjuang menghafal qur’an," ungkapannya

(Tim Media)



 
Hamjah Diha

Hamjah Diha

Adalah warga kampung Diha-Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. https://hamjahdiha.or.id dan https://hamjahdihafoundation.blogspot.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan