logoblog

Cari

Suasana Santap Sahur Ala Anak Kos-kosan

Suasana Santap Sahur Ala Anak Kos-kosan

Meskipun hanya menikmati santapan sahur dengan ikan teri dan sambal tomat, tapi tidak mematahkan semangat mereka untuk menjalankan ibadah puasa di

Rupa-Rupa

Suparman
Oleh Suparman
04 Juni, 2018 18:32:57
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 30991 Kali

Meskipun hanya menikmati santapan sahur dengan ikan teri dan sambal tomat, tapi tidak mematahkan semangat mereka untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Mereka yang menjalankan ibadah puasa di kota rantauan, harus memahami keadaan serta keterbatasan menu makanan saat santap sahur dan berbuka puasa. Meski demikian, bukan menjadikan alasan mereka untuk meninggalkan ibadah puasa.

"Ikan teri merupakan lauk-pauk utama yang menjadi andalan kita. Selain itu, ikan teri juga sebagai menu utama bagi anak rantauan, terutama yang berasal dari Bima," ungkap Jidan penghuni kos di lingkungan Griya Pagutan Indah Mataram, Sabtu (02/06)

Jidan adalah salah seorang mahasiswa semester akhir, jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Ia mengakui sudah empat kali menjalankan ibadah puasa di tanah rantauan tanpa orang tua dan sanak keluarga yang menemani, walaupun kerinduan menggebu-gebu dalam hati, agar bisa menjalankan ibadah puasa bersama keluarga tersayang.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, ia dapat menerima kenyataan tersebut dan sudah terbiasa mejalankan ibadah puasa jauh dari keluarga. Karena beribadah puasa di tanah rantauan memiliki keunikan tersendiri, apalagi hidup dalam lingkungan kos-kosan. Jika tiba waktunya untuk sahur, semua penghuni kos akan berbondong-bondong untuk saling membangunkan antara satu sama lain, sehingga keakraban yang terjalin antar sesama telah memberikan nilai solidaritas yang luar biasa. 

"Bukan hanya itu, persahabatan yang terbentuk dalam kehidupan kos-kosan juga, telah menjadikan kita sebagai ikatan keluarga yang saling berbagi," jelas Jidan mahasiswa asal Bima tersebut.

Kebersamaan saat menyatap sahur juga, memberikan suasana yang harmoni antar sesama. Menurutnya, menikmati santap sahur berjamaah memberikan kenikmatan dan keberkahan tersendiri, meskipun itu hanya dengan ikan teri dan sambal tomat saja, jika dibandingkan santap sahur dengan bermacam-macam menu makanan yang bergizi serta memiliki protein tinggi, tapi hanya seorang diri?

Atas dasar itulah, ia selalu menjaga ibadah puasanya tetap terjaga, karena asyiknya kebersamaan dapat di rasakan ketika sahur tiba dan sampai waktu untuk berbuka puasa. Yang menambah hangatnya suasana, tatkala nafsu makan semakin meningkat ketika canda tawa yang terdengar, menambah suasana santap sahur dan melengkapi menu makanan saat itu. walaupun hanya terdapat ikan teri dan sambal tomat saja.

 

Baca Juga :


"Bukan berarti kita tidak mau menikmati santap sahur dengan menu yang komplit, cuman karena kekurangan yang terbatas," keluhnya.

Selain itu juga, selama bulan Ramadhan, ia tidak pernah terlewatkan untuk makan sahur, sebab di antara penghuni kos yang cepat bangun pasti akan berjalan dan mengetuk pintu ke pintu sampai semuanya terbangun. Suara kebisingan yang bernilai ibadah adalah suara aktivitas anak kos yang mencuci piring, masak, ambil air, goreng ikan, dan lain-lain. 

Sementara itu, Abdul Kadir juga sebagai penghuni kos tersebut, mengakui adanya kebersamaan yang tetap terjaga antara mereka. Menurutnya, persahabatan yang terjalin kuat antara mereka bukan sekedar persahabatan semata, akan tetapai nilai kekeluargaan yang telah dibentuk, telah memberikan motivasi untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan.

"Apalagi inikan bulan Ramadhan, sudah seharusnya kita untuk saling berbagi, terutama dalam hal menikmati santap sahur secara bersama-sama,"tuturnya.

Ia menjelaskan selama bulan penuh ampunan ini, suasana penghuni kos saat tiba waktu santap sahur selalu dihiasi oleh suara yang mengajak untuk terus meningkatkan ibadah puasa. Sampai sifat egois dan apatis antara mereka semuanya hilang. Sehingga rasa rindu kepada keluaga di kampung halaman, terbayarkan oleh kebersamaan lingkungan kos.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan