logoblog

Cari

Tutup Iklan

“Jagung Bakar” Teknik Bertani Petani Tradisional

“Jagung Bakar” Teknik Bertani Petani Tradisional

KM Pohgading Timur – Budidaya tanaman jagung mungkin kita sering melihat dan mengalami dalam kehidupan sehari sari kita karena Indonesia adalah

Rupa-Rupa

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
08 Mei, 2018 10:26:20
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 2346 Kali

KM Pohgading Timur – Budidaya tanaman jagung mungkin kita sering melihat dan mengalami dalam kehidupan sehari-hari kita, karena Indonesia adalah Negara yang subur makmur tempat bercocok tanam para petani di sawah maupun di ladang-ladang yang luas tak terkira, akan tetapi di daerah kami, di pulau Lombok yang terkenal dengan julukan pulau seribu masjid ini membudidayakan tanaman jagung dengan cara dibakar.

Teknik bertani ini sudah sering dilakukan oleh nenek moyang kami sebagai para petani dengan membakar jagung yang sudah ditanam, cara ini dilestarikan oleh petani modern saat ini yang ada di pulau Lombok karena teknik bertani seperti ini sangat membantu tanaman agar tanaman yang dibudidayakan bagus dan hasil yang sangat memuaskan, salah satu contoh para petani budidaya tanaman jagung dengan cara membakar jagung.

Budidaya tanaman jagung sama saja seperti biasanya cuman setelah penaman jagung selesai jerami ditabur di atas lahan yang sudah ditanam, setelah ditabur rata jerami dibakar sampai tersisa abunya dan abunya ini langsung menjadi pupuk bagi tanaman jagung. Pada saat tanaman sudah tumbuh pada saat 7 hari setelah tanam tanaman jagung tumbuh dengan baik dan berwarna hijau ini dikarnakan kandungan abu jerami padi mengandung unsur Si 4-7%, K2O 1,2-1,7%, P2O5 0,07-0,12%, N 0,5-0,8%.

Ini adalah cara petani tradisional untuk mengurangi biaya pertanian selain itu petani menggunakan pupuk asa green untuk memberikan makanan tambah bagi tanaman jagung yang dibudidayakan seperti petani yang sudah dilakukan oleh petani di desa sambik elen kecamatan bayan Lombok utara.

 

Baca Juga :


Bukan hanya jagung saja yang bisa ditanam dengan tehnik membakar akan tetapi kacang-kangan dan bawang merah juga bisa di budidayakan dengan cara membakar agar biaya produksi para petani berkurang dan hasil memuaskan karena ini sudah terbukti sejak dahulia sebelum adanya pupuk dan pestisida kimia seperti yang di alami oleh para petani saat ini. Semoga bermanfaat bagi para warga kampung media dan para pembaca yang budiman.

By: Badri_asa



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan