logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kopang Transit City Akan Dilaunching Menteri PDT Transmigrasi

Kopang Transit City Akan Dilaunching Menteri PDT Transmigrasi

KOPANG,KM. Berkaca pada Desa Setanggor di wilayah Selatan Lombok Tengah (Loteng) sana, awalnya merupakan desa kumuh dan tak memiliki potensi apa-apa.

Rupa-Rupa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
16 April, 2018 15:17:55
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 7021 Kali

KOPANG,KM. Berkaca pada Desa Setanggor di wilayah Selatan Lombok Tengah (Loteng) sana, awalnya merupakan desa kumuh dan tak memiliki potensi apa-apa. Namun setelah gaung promosi yang demikian gencar, desa ini telah mampu merubah tatanan kehidupan masyarakatnya. Dari sisi pendapatan pun masih di bawah rata-rata. Sekarang, kehidupan masyarakatnya sudah terbilang mcukup apan.

Melihat kesuksesan itu, Desa Kopang kecamatan Kopang (Loteng) pun bisa dipastikan menyamai pariwisata Desa Setanggor. Karena berbicara budaya, seni dan seabrek jenis kuliner, Desa Kopang tak mungkin bisa diragukan lagi. Melihat multi potensi ini, tim Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Minggu (15/4) menggelar pertemuan dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwin) Kopang Rinjani Shelter (KRS) di Aula Kantor Desa Kopang. Pertemuan itu dipasilitasi oleh Camat Kopang, Kepala Desa (Kades) Kopang Rembige, babinsa serta seluruh perangkat desa di bawahnya.

Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni menjelaskan, Desa Kopang akan dibentuk menjadi sebuah destinasi berlabel Kopang Transit City (KTC). Rencananya, desa Kopang sebagai desa wisata, akan dijadikan destinasi baru di wilayah utara Loteng. KTC akan dilaunching oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo. Launching akan dilaksanakan hari Jumat 20 April 2018 mendatang. “Insya Allah, sesuai komunikasi kami dengan pusat, launching KTC ini pada hari Jumat tanggal 20 April 2018,” papar Ida semangat.

Menurut Ida, gelaran launching akan digelar usai sholat Jumat di Masjid Darussalam Kopang. Seluruh tim yang berjumlah sekitar 7 orang, akan diarak menggunakan Cidomo menuju Bale Bangket sebagai lokasi launching. Rute yang akan dilalui menuju Bale Bangket, tim akan diarak menyusuri kampung Gubuk Alang yang telah dipersiapkan juga sebagai kampung budaya.

Dalam pertemuan ini, pihak BPPD berharap, sejak sekarang, segala persiapan menjelang launching sudah betul-betul maksimal. Seluruh personil brtanggung jawab atas beban tugas yang telah diberikan masing-masing. Baik kepala dusun, RT dan petugas secara person, diharapkan pada hari H tidak ada lagi hal-hal yang menjadi aral launching. “Semua sudah oke, seluruh masyarakat, muda mudi yang tergabung dalam KRS supaya menyambut kedatangan tim dengan menggunakan busana khas lambung,” pinta Ida. Karena dari pemerintah provinsi akan hadir Kepala Dinas Pariwisata NTB, Gubernur NTB serta pejabat terkait lainnya dari pemda Loteng serta asosiasi-asosiasi yang menghadirkan tamu-tamu luar negeri.

Pada saat launching, menu kuliner yang disiapkan harus menggunakan bahan tradisional art. Tidak ada bahan-bahan yang mengandung unsur plastik, tetapi semua serba dedaunan. Untuk kuliner Bongko, Manalgi dan kuliner berhanan daun pisang dan kelapa, ini yang disuguhkan dan dicicipi tim sebelum acara formil berlangsung. “Untuk tusuk gigi, jangan menggunakan wadah plastik, tetapi dihias dengan tradisional art menggunakan daun, karena kita ini menuju desa wisata” pinta Ida.

 

Baca Juga :


Usai pertemuan, KM sempat berbincang-bincang dengan si promotor pariwisata ini. Ditanya persiapannya menjelang launching KTC, Ida mengaku, launching akan dihadiri oleh Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, EkoPutro Sundjoyo. Kades Kopang, camat dan seluruh masyarakat sudah siap mendukung dan mensukseskan launching. Terlebih Ketua Pokdarwis Kopang Rinjani Shelter beserta seluruh perangkatnya pun turut mendukung. “Dalam launching tanggal 20 April nanti, kita sudah siapkan stan untuk wisata kuliner, jajanan tradisional serta produk UKM,” pungkas Ida.

Terpilihnya Desa Kopang sebagai destinasi wisata baru, Ida beralasan ingin mengembangkan sistim zonasi. Zona wisata dari zona selatan tengah ke utara. Untuk zona tengah, Idamenilai Desa Kopang cukup berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata. Oleh karena itu segera dibentuk Pokdarwis, Karena potensi utama yang dimiliki desa ini adalah budaya,seni dan kuliner. “Kuliner di Kopang ini sudah melegenda termasuk kearifan lokalnya, itu yang menjada daya tarik sendiri” sebut Ida.

Ke depan lanjutnya, destinasi ini akan dipersiapkan home stay dengan mengkompersi rumah warga yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal tamu. Sedangkan dari sisi promosi menurut ida cukup simple. Pihaknya bersama kementerian Pariwisata melalui website resmi melakukan kerja sama, termasuk dengan Asita, HPI dan beberapa asosiasi pariwisata lainnya. “Tentu juga kita melibatkan semua unsur baik dari komunitas, pemerintah dan seluruh masyarakat,” tegas Ida.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan