logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kisah Pilu Nenek Cenah, 30 Tahun Berjuang Melawan Penyakit

Kisah Pilu Nenek Cenah, 30 Tahun Berjuang Melawan Penyakit

Setiap orang mendambakan hidup nyaman di usia tuanya. Namun hal yang berbeda justru dialami Cenah 61 tahun. Warga Dusun Lendang Sedi,

Rupa-Rupa

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
09 April, 2018 10:26:37
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 4692 Kali

Setiap orang mendambakan hidup nyaman di usia tuanya. Namun hal yang berbeda justru dialami Cenah (61), warga Dusun Lendang Sedi, Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat. Di usianya yang telah lanjut, nenek Cenah terus berjuang melawan penyakit aneh yang diderita selama 30 tahun.

Penyakit tersebut bersarang di mata sebelah kanannya, membuat kondisi nenek Cenah begitu memprihatinkan. Terlebih lagi ia hidup sebatang kara. Bahkan untuk menghidupi kebutuhan sehari- harinya, nenek Cenah hanya berharap uluran tangan cucu dan menantu dari saudaranya yang selalu mengantarkan makanan.

Penyakit aneh yang kini menggerogoti matanya dan membuat tubuh rentanya semakin tidak berdaya, berawal dari ngayah atau bintik merah di mata sebelah kanan yang semakin hari semakin membesar, sehingga membuat penglihatannya terganggu.

”Bintik merah yang semakin besar itu, membuat mertua saya sulit bekerja, apalagi kondisinya ia tidak punya anak dan suami karena tidak pernah menikah,” jelas Nurhayati, menantu dari saudara nenek Cenah.

Bahkan untuk mengobati penyakitnya tersebut, nenek Cenah hanya berobat ke Puskesmas karena tidak memiliki biaya pengobatan. Kini nenek Cenah hanya bisa pasrah dan berharap kemurahan hati dari para dermawan, yang bersedia membantu biaya pengobatan untuk mengangkat penyakit aneh yang bersarang di mata sebelah kanannya.

“Saya berharap ada dermawan yang mau membantu membiayai pengobatan mertua saya,” lanjut Nurhayati.

 

Baca Juga :


Sebelumnya, kondisi nenek Cenah tersebut menimbulkan keprihatinan dari Kepala Desa dan Warga Kuripan Selatan yang sempat mengajak nenek Cenah berobat ke dokter, namun ia menolak ajakan tersebut karena takut dioperasi.

“Pernah kami ajak berobat ke dokter tapi tidak mau, alasannya karena takut dioperasi,” ujar Ramdani Kepala Desa Kuripan Selatan. (Luk).

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan