logoblog

Cari

Membingkai Sore Dengan Sunset Terindah

Membingkai Sore Dengan Sunset Terindah

Taliwang, Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat selalu memiliki tempat untuk menikmati pergantian siang ke malam. Pada sebuah sore, saya terduduk di

Rupa-Rupa

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
02 April, 2018 09:03:02
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 59126 Kali

Taliwang, Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat selalu memiliki tempat untuk menikmati pergantian siang ke malam. Pada sebuah sore, saya terduduk di salah satu pantai, selatan Jereweh. Di atas pasir putih nan indah di pantai Jelenga. 

Tak terhitung sudah berapa kali saya hadir di salah satu pantai nan elok ini. Sendiri, berdua atau beramai-ramai. Entah untuk membuang gelisah, menentramkan jiwa, mensyukuri karunia, menemani kawan, atau untuk sekedar mengantarkan surya kembali ke peraduan.

Sore itu, Minggu (1/3/2018), sekilas pantai Jelenga tidak ada yang berubah. Masih seperti saat ku datangi beberapa bulan yang lalu. Di tepian pantai di Desa beru Jereweh, saya kembali menyaksikan hamparan pasir putih berbatas gulungan ombak Laut.

Titik-titik manusia mungil memanjang mengikuti kontur pantai. Perbukitan asri menjorok ke daratan turut meneduhkan mata. Tapi, ada yang berbeda sore itu. Mentari kuat memancar. Awan tak terlalu bernafsu mengganggu sinarnya di penghujung hari. Langit pantai Jelenga cukup bersih untuk syahdu menyongsong senja.

Mentari pun perlahan turun. Semakin mendekat pada lautan, sinarnya meredup. Tapi sebaliknya, bulatan wujudnya membesar dan memerah. Hingga ia pun tertelan oleh garis lautan. Sepasang remaja di sebelah saya bertepuk tangan seperti penonton yang melihat pertunjukan dengan menatap mentari yang smakin pergi. Dan, bagi saya tidak ada kepuasan lain selain menyaksikan sunset yang sempurna, karena inilah suatu Karuni terindah yang Allah berikan kepada manusia.

Rasanya keberuntungan saya belum berhenti. Inilah yang merangsang memori untuk mengulangi sebuah senja istimewa di masa silam. Guratan awan tipis menjulur bagaikan lidah api diterpa pancaran surya dari balik lautan. Warna jingga keemasan yang menggunggah inspirasi. 

 

Baca Juga :


Hembusan angin mulai terasa dingin. Hari pun mulai gelap. Lampu nelayan di tengah laut berkelip-kelip dalam bayang-bayang senja yang kian menghitam.

"Belum pulang mas? ”, itulah yang ku dengar dari sapaan seorang laki-laki salah satu pengungjung pantai padaku. Saya pun beranjak dari tempat duduk sambil menatap rona merah yang semakin tenggelam oleh hitamnya malam. 

Sampai jumpa lagi tempat terindah menikmati senja. (KominfoFer)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan