logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sang Guru Ngaji

 Sang Guru Ngaji

Guru ngaji yang menginspirasi dari Film pertama tayang di bioskop, berlangsung di lombok Eficentrum Mataram, 23/18. Filmnya berdurasi 105 menit hampir

Rupa-Rupa

Lilwalidaini ihsan
Oleh Lilwalidaini ihsan
23 Maret, 2018 21:57:08
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 4420 Kali

Guru ngaji yang menginspirasi dari Film pertama tayang di bioskop, berlangsung di lombok Eficentrum Mataram, 23/18. Filmnya berdurasi 105 menit hampir dua jam.

Awal ceritanya, guru ngaji bernama Mukri dan istrinya Sopiah dan anaknya Ismail yang soleh rajin belajar mengaji. Sang guru ngaji dengan sikap rendah hati, sehingga ketika diminta menjadi khutbah jumat atau sebagai doa dalam sebuah acara di desa Tempuran. Namun  mengatakan saya ini hanya guru ngaji biasa kata Mukri Guru ngaji dalam perannya.

Masyarakat tidak melihat itu, namun kepercayaan yang diberikan sehingga ia mengiayakannya untuk menjadi khutbah jumat. Dibalik semua itu sang guru ngaji yang terkenal sebagai orang yang baik dan paham agama, dari segi aktivitas pekerjaan ia sebagai Badut dalam pertunjukan diacara manapun bahkan di pasar malam.

Sebagai Badut tidak ada yang tahu walaupun istri dan anaknya selain Parmin teman badutnya. Ia lakukan hanya semata untuk menghibur orang lain dan sebagai bentuk tanggungjawabnya kepada keluarga.

Menurut Mukri, Guru ngaji merupakan profesi yang terhormat bertolak belakang dengan pekerjaan yang ditertawakan orang-orang terutama santi atau anak didiknya. Hal tersebut yang membuat Guru Mukri tidak menceritakan pekerjaan sampingannya kepada keluarganya.

Tetapi, pekerjaan tersebut akhirnya diketahui oleh warga desa dan istri nya, bermula dari Pak kades (Tarzan) yang mengundang guru mukri untuk menghadiri acara Ulang Tahun putranya sekaligus sebagai pemimpin Doa.

Acara ulang tahun itu mengundang badut sebagai pengisi acara yang tak lain adalah pak Mukri itu sendri dan Parmin rekan kerjanya. Setelah pertunjukan berlangsung, Ismail anak Pak Mukri dijahili oleh rekan-rekannya (Radit dan soleh) sehingga tercebur ke Sumur, kejadian itulah yang membuat kepanikan warga Desa dan pak Mukri sendiri yang menyelamatkan anak nya ke dalam sumur.

 

Baca Juga :


Akhirnya, dengan make up badut yang sudah luntur penyamaran pak Mukri diketahui warga  sekaligus keluarganya. Hal tersebut yang membuat istrinya menangis karena suaminya tidak pernah menceritakan pekerjaan  badut kepada istrinya, seketika juga warga desa merasa kecewa kepada keluarga pak Mukri. Semenjak kejadian tersebut, guru mukri tidak lagi menerima tawaran sebagai Guru ngaji dan enggan mengajar ngaji kembali.

Cerita guru Mukri berangkat dari kisah guru ngaji yang memiliki tanggung jawab dan semangat yang tinggi dalam berjuang. Mukri juga mendidik anak nya Ismail dengan baik sehingga memiliki kecerdasan Spiritual yang bagus. Al hasil mengikuti jejak ayahnya, Ismail mendapat juara dalam lomba mengaji dan membanggakan orang tua dan warga Desa.

Salah satu penonton, Haula Suci Lestari saat ditemui menuturkan terkait Film tersebut merasa terkesan dengan perjuangan sang guru ngaji penuh liku-liku permasalahan dan rintangan yang dihadapi namun bisa dihadapi dan menyelesaikannya sehingga membuat Pak Mukri di hormati kembali oleh warga dan menghargai pekerjaannya sebagai Badut.

Guru ngaji merupakan profesi yang mulia, mendidik membutuhkan kesabaran dan pantang menyerah dalam mencerdaskan anak bangsa, dari kisah pak Mukri inilah kita belajar pantang menyerah dalam kondisi apapun sekalipn harus menerima pekerjaan sebagai Badut.(San)



 
Lilwalidaini ihsan

Lilwalidaini ihsan

Nama Lilwalidaini ihsan Panggilan Ichan Alamat Dasan Agung Tanak Beak Lombok Tengah Hobi Menulis & Fotografi Email lilwaihsan@gmail.com Wa 082 340 181 425 Exis 083 129 790 828 "Jangan Lupa Komunikasi & Koordinasi Sebelum Bertindak"

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan