logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pentas Seni Budaya di UIN Mataram

Pentas Seni Budaya di UIN Mataram

Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai  budaya lokal kepada mahasiswa Bima Dompu, Ikatan Mahasiswa Bima Dompu (IMBD) Universitas Islam Negeri Mataram menggelar kegiatan

Rupa-Rupa

Suparman
Oleh Suparman
16 Maret, 2018 08:20:48
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 3434 Kali

Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai  budaya lokal kepada mahasiswa Bima Dompu, Ikatan Mahasiswa Bima Dompu (IMBD) Universitas Islam Negeri Mataram menggelar kegiatan pentas seni budaya dengan tema "Revitalisasi Budaya dana ma mbari ro phaha” di Kampus II UIN Mataram, (15/03).

Ketua umum (IMBD) UIN Mataram, saudara M. Fajrin mengatakan bahwa kegiatan ini dapat memberikan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya, yang mulai terkikis oleh budaya-budaya barat dan pengaruh zaman globalisasi yang terus merusak karakter mahasiswa Bima dan Dompu.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa Bima Dompu yang ada di mataram, untuk terus menghidupkan kembali nilai-nilai islam yang terkandung dalam budaya lokal," ungkapnya.

Pembina IMBD  yang diwakili oleh saudara Rizal Mukhlis, S.Pd menjelaskan, terkikisnya budaya dalam diri pemuda Bima Dompu yang mengajarkan tentang nilai-nilai Islam. Menyebabkan terjadinya tindak kekerasan tak terbendung lagi.

“Budaya barat mulai mempengaruhi generasi Bima Dompu, semoga dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat mengingat kembali pentingnya nilai budaya dalam mendidik generasi bangsa," jelasnya.

Kegiatan pentas seni budaya merupakan kegiatan rutinitas mahasiswa Bima Dompu UIN Mataram. Kegiatan ini diselenggarakan satu kali dalam setahun, berbagai macam budaya akan di lombakan. Seperti; lomba rimpu, kapatu mbojo (pantun Bima) dll. 

 

Baca Juga :


Misalkan, budaya rimpu (menutup aurat dengan sarung khas masyarakat Bima Dompu). Budaya ini telah mengajarkan kepada kaum hawa untuk menjaga kehormatanya dengan menutup semua auratnya. Nilai ini juga, yang di ajarkan oleh agama Islam untuk menutup bagian tubuh yang tidak perlu ditontankan kepada orang lain.

Seiring perkembangan zaman, semua budaya lokal mulai hilang di tengah kehidupan masyarakat. Terutama bagi generasi-generasi sekarang, cenderung lebih cepat terbawa arus globalisasi yang tak terbendung lagi.

"Kembali Mbojo Ma Ntoi" hanya terdengar lewat syair-syair lagu yang dinyanyikan.
Perkembang zaman modern ditandai dengan terciptanya tekhnologi- tekhnologi canggih, telah mampu membentuk karakter pemuda yang lupa akan identitas mereka. Tanpa disadari, budaya barat telah mampu menyeret masyarakat dan pemuda Bima Dompu ke lubang kekerasan tak terkendali.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan