logoblog

Cari

Tutup Iklan

Siasat Blogger Menebar Perdamaian Di Medsos

Siasat Blogger Menebar Perdamaian Di Medsos

Dahulu, sosial media hannya dipandang sebelah mata, namun kini sosial media mulai diperhitungkan sebagai arena yang bisa melejitkan sekaligus menengelamkan seseorang

Rupa-Rupa

Ahyar ros
Oleh Ahyar ros
06 Maret, 2018 08:31:45
Rupa-Rupa
Komentar: 0
Dibaca: 5270 Kali

Dahulu, sosial media hannya dipandang sebelah mata, namun kini sosial media mulai diperhitungkan sebagai arena yang bisa melejitkan sekaligus menengelamkan seseorang dalam hitungan detik. Dengan penguna sosial media hingga miliran manusia di planet ini, kekuatan sosial media tak bisa dipandang sebalah mata lagi. Perlahan-lahan media sosial mulai mengalahkan media konvensial untuk mempengaruhi orang-orang.

Di Indonesia, penguna facebook bertambah hingga 106 juta orang, sementara produksi informasi terus berseliwaran dari media sosial tanda detik. Beragama informasi bisa di dapatkan di sosial media, mulai informasi baik, hingga hoax (informasi kebohongan). Semuanya dimulai dari sosial media. Kebanjiran informasi ini membuat penguna sosial media harus jeli memilih dan memilah segudang informasi yang berseliweran.  Agar informasi kebaikan yang menyentuh hati dan mendatangkan kedamaian. Bagaimana siasat memulainya?

Dua bulan lalu, seorang teman meminta saya untuk mengumpulkan blogger di Mataram.  Teman ini ingin bincang bersama blogger dalam media sosial dan perdamaian. Singkat cerita saya pun menghubunggi blogger yang selama ini telah lama saya kenal. Satu persatu-satu blogger ini merasa senang diajak diskusi dengan isu perdamaian, karena biasanya blogger di Nusa tennagara barat banyak menulis tentang keindahan pulau Lombok dengan pantai-pantainya. Bagi mereka ini para blogger harus menjadi bagian dalam menebar perdamaian, dari media sosial mereka ingin menyemai perdamaian.

Bincang blogger ini diselengarakan oleh Aliansi  Lintas Agama atau yang disingkat dengan tulisan AKAPELA.  Di sebuah lesehan kecil Bumi Gora, Udayana, kami berjumpa memulai berbagi cerita dan kisah tentang sosial media dan perdamaian. Dari perjumpaan bersama blogger ini, kami ingin menebar kebaikan dan cerita-cerita baik dari sosial media tentang perdamaian. Kami ingin para blogger tah hannya menulis tentang keidahan pantai, namun menjadi penebar cerita dan kisah yang jarang orang lain tulis.

Meraka para blogger ini masih terbilang muda atau generasi milineal, mereka adalah Dee, Azmi, Hikmatullah, Cepot, Turmuzi, Fathoni, Baihaqi, Ema, dan lainnya. Mereka ini adalah bolgger-blogger yang sebagian aktif menulis di sosial media pribadi, namun ada juga yang menulis di blog kompasiana, detik, dan Qureta.

Di Acara ini, kami difasilitasi oleh Fathurahman. Ia adalah seorang pegiat sosial media, journalist dan pegiat isu perdamaian di Indonesia, dan satunya lagi adalah bu Atun Wardatun, ia ini adalah seorang dosen yang dangat konsen dalam isu-isu perdamaian dan kekerasan terhadap perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB).  Bagi kami para blogger, isu tentang perdamaian, isu agama dan isu-isu perempuan membuat kami para blogger menjadi isu baru yang jarang ditulis oleh blogger lainnya di NTB.  Turmuzi seorang teman blogger samping duduk saya berbisik,  “Obrolan tentang teman ini menarik untuk dijadikan cerita di blogger saya.” Kata Turmuzi. Begitu juga dengan blogger lainnya.

 

Baca Juga :


Bagi saya dan para peserta blogger, diskusi tentang sosial media, blogger dan isu perdamaian ini cukup memberikan cerita dan pengalaman yang menarik untuk para bloger, karena menyangkut tentang isu perdamian. Di sesi diskusi ada praktik memetakan isu penebaran kabar kebohongan di akun sosial media, dan kemudian bagaimana blogger memetakan isu tersebut. Selain itu, rapat tindak lanjut mengenai keberlanjutan blogger tentang isu perdamian dilakukan, agar setelah dari kegiatan bincang blogger ini,para blogger menulis tentang isu-isu perdamaian di lingkungannya.

Bagi kami para blogger, media sosial harus menjadi bagian penting dalam menebarkan isu-isu perdamaian. “Siasat menebar kebaikan dan menangkal penyebaran kebohongan tak hannya tugas blogger, namun harus menjadi bagian tugas bersama untuk menebar perdamaian. Akapela NTB harus menjadi bagian di NTB dalam menyebarkan isu-isu kebaikkan di NTB.” Kata Fathul

Hal serupa juga diungkapkan oleh Bu Atun Wardatun, para blogger pemuda di NTB dan pemuda lintas Agama harus mengambil bagian dalam isu-isu ini. Karena bagaimana pun keterlibatan para anak muda milineal khususnya blogger menjadi bagian penting dalam kampanye perdamaian di NTB. “Blogger di NTB harus menjadikan sosial media sebagai ruang mengutarakan kebaikan, jika para blogger dan pemuda lintas agama, tak hadir. Maka ruang-ruang ini akan penuh dengan kebongan.” Ungkap Bu Atun Wadatun Dosen UIN Mataram ini.

Dari perjumpaan bersama blogger ini, saya merasakan betapa pentingnya, para blogger dan pegiat sosial media menjadi bagian dalam penyebaran informasi-informasi yang berisi postif dan bahkan cerita inspiratif yang kelak akan menginspirasi banyak orang. Dari pertemuan ini, saya memulai memetakan isu-isu cerita-cerita lokal yang di Lombok yang bisa dijadikan cerita untuk kemudian saya ceritakan pada teman-teman blogger dan pegiat social media. Salam blogger..



 
Ahyar ros

Ahyar ros

Peraih Beasiswa (Menulis Tempo & S2 LPDP Sholarship) Saat ini sedang kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan